Surat C-6 Tidak Boleh Dibagikan Jika Pemilih Meninggal Dunia

ADAKITANEWS, Lamongan – Ketua Komisi Pemilu Umum (KPU) Kabupaten Lamongan, Imam Gozali menegaskan, petugas tidak boleh memberikan atau mendistrubusikan C-6 ke pemilih yang sudah meninggal.

“C6-nya tidak boleh diberikan, baik ke keluarganya maupun ke pihak lain, harus diserahkan kembali ke PPK melalui PPS serta dibuatkan berita acara. Ini sesuai aturan serta untuk mencegah penyalahgunaan C-6,” ungkap Imam Ghozali, Minggu (14/04).

Dikatakannya, memasuki hari tenang menjelang pelaksaan pemilihan calon Presiden dan calon Wakil Presidin, pemilihan DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), petugas melakukan penertiban atribut diantaranya alat peraga kampanye, baliho, bendera caleg dan gambar spanduk pasangan Capre-Cawapres.

“Penertiban tersebut dilakukan di seluruh kecamatan di Lamongan. Petugas yang terlibat dan penertiban itu diantaranya dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), petugas Satpol PP, Petugas dari polsek dan Koramil,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan, Miftahul Badar memerintahkan pada masa tenang menjelang pelaksanan pemilu, seluruh jajaran pengawas dengan serius melakukan pengawasan, diantaranya tentang distribusi C6 atau panggilan untuk datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS).

“Kita sudah mengimbau, agar pemilih yang sudah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) tidak diberikan C6-nya. Salah satu TMS tersebut pemilih yang meninggal dunia,” kata Miftahul Badar.

Menurutnya C6 bagi pemilih yang sudah meninggal dikembalikan ke KPU melalui PPS, sehingga tidak terjadi penyelewengan C6. “Kami juga berharap agar masyarakat juga membantu kami untuk melaporkan jika mengetahui ada warga yang meninggal, sehingga C6-nya tidak distribusikan,” terangnya.(ng1)

Keterangan gambar: Ketua KPU Lamongan Imam Gozali.(ist)

Related posts

Leave a Comment