Sukseskan Pemilu 2019, KPU Kediri Undang Wartawan Jadi Narasumber

ADAKITANEWS, Kediri – Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar acara media gathering bersama sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Resto Kebon Rojo Kediri, Rabu (07/11).

Selain menghadirkan narasumber dari Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, perwakilan dari organisasi wartawan juga ikut memberikan materi khususnya tentang peran pers dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019.

“Peran media dalam menyukseskan pemilu sangat penting. Karena media bisa menjadi corong untuk menyampaikan segala informasi kepada masyarakat,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Syamsuri mengawali sambutan.

Ada tiga pemateri yang khusus dihadirkan oleh KPU Kabupaten Kediri. Mereka adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, Mega Wulandari, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri yang diwakili oleh Hari Tri Warsono, serta Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro.

Dalam pemaparanya Mega Wuladari banyak menjelaskan tentang tantangan media dalam memerangi berita hoax. Pesatnya perkembangan zaman serta teknologi saat ini, menjadikan media sosial kerap disalahgunakan untuk menyebarkan berita-berita bohong. “Dan peran media itulah untuk bisa meluruskan berita-berita hoax yang cukup meresahkan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan AJI Kediri, Hari Tri Warsono. Ia berharap, masyarakat bisa lebih cerdas menyikapi berbagai informasi. Apakah itu tergolong berita hoax apa bukan.

Menurutnya, ketika masyarakat menerima sebuah kabar dari media sosial, tidak perlu langsung dibagikan maupun diposting. Akan tetapi perlu dipelajari terlebih dahulu terkait kebenaran berita tersebut. “Baik yang membuat berita hoax maupun yang menyebar sama-sama bisa dipidana,” tuturnya.

Salah satu cara mengetahui apakah informasi itu merupakan berita hoax atau bukan, lanjut Hari, yakni dengan melihat postingan berita tersebut. Apakah hanya dari blog pribadi seseorang, atau dari sebuah website.

“Kalau dari blog pribadi, menurutnya kebenarnya masih perlu dipertanyakan. Selain itu kalau dari website, juga perlu ditinjau terkait kelegalan. Apakah media tersebut sudah berbentuk PT yang sudah diakui Dewan Pers atau belum,” imbuhnya.

Sementara itu Gogot Cahyo Baskoro dalam pemaparanya, lebih banyak menyinggung terkait rambu-rambu media dalam mempublikasi calon peserta pemilu. “Agar tidak melanggar, media perlu mengetahui batasan-batasan maupun aturan terkait Pemilu. Baik di saat masa kampanye berlangsung, maupun di hari-hari tenang,” paparnya.(*/kur)

Keterangan gambar: Media gathering KPU Kabupaten Kediri, dengan tema “Peranan Media dalam Sosialisasi Tahapan Pemilu 2019”.(ist)

Related posts

Leave a Comment