Penyandang Tuna Grahita Punya Hak Pilih Dalam Pemilu?

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Setiap warga negara yang telah berusia 17 tahun dan memiliki e-KTP, namanya akan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa menggunakan hak pilih dalam Pemilu. Ketentuan itu berbeda dengan para siswa penyandang Tuna Grahita. Meski mereka telah memenuhi syarat sebagai pemilih, yakni dari sisi usia, ternyata ada beberapa syarat khusus yang harus mereka penuhi.

Adanya syarat khusus bagi para penyandang Tuna Grahita untuk menyalurkan hak suaranya, ternyata belum sepenuhnya diketahui banyak pihak. Salah satunya pihak sekolah, yang mengaku selama ini belum pernah mendapatkan sosialisasi tentang hak suara bagi anak didiknya.

Hal itu disampaikan Suparti, Kepala Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) di Jalan Pahlawan Gang Taman Makam Pahlawan (TMP), Kelurahan Lemahputro Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Suparti mengaku, selama ini belum ada sosialisasi untuk para siswanya penyandang tuna grahita terkait penggunaan hak suara dalam pemilu. Padahal menurutnya, hal itu dirasa perlu karena mereka juga memiliki KTP dan mengerti soal kepemimpinan.

“Selama ini belum ada sosialisasi terkait pencoblosan maupun pemilu dari pihak KPU maupun pemerintah untuk anak-anak kami disini yang sudah memiliki e-KTP,” ungkap Suparti.

Suparti pun berharap, nantinya ada sosialisasi secara langsung dari pihak-pihak terkait kepada anak-anak yang ada di SMALB tersebut. Sebab dari 130 siswa di SMALB-AC yang ia pimpin, ada lebih dari 40 anak yang dipastikan sudah memiliki hak pilih.

“Sosialisasi ke sekolah kita harapkan ada. Agar kita tahu, sebenarnya anak-anak ini berhak memilih atau tidak dalam pemilu nanti,” ungkap Suparti.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Sidoarjo Divisi Perencanaan dan Data, Abdillah Adhi mengatakan bahwa bagi seluruh warga negara yang mememuhi syarat menjadi pemilih, termasuk sehat jasmani dan rohani, dan sudah kawin, dipastikan akan mendapatkan hak pilihnya.

Terkait anak-anak perkebutuhan khusus di SMALB, Adhi mengatakan selama ini pihaknya juga telah memaksimalkan upaya sosialisasi. Hal itu karena suara mereka juga akan masuk dalam hitungan lantaran sudah mendapat e-KTP.

Namun Adhi menambahkan, khusus untuk anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental seperti penyandang Tuna Grahita, sesuai aturan jika ingin mendapatkan hak pilih harus memiliki surat keterangan dari dokter.

“Kalau memang ingin disosialisasikan bagi para saudara kita yang berkebutuhan khusus atau Tuna Grahita, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yakni dengan harus memiliki surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa mereka memang layak untuk menjadi pemilih,” tuturnya.(sid3)

Keterangan gambar : Anak-anak penyandang Tuna Grahita, siswa SMALB-AC Sidoarjo Kota.(foto : andri santoso)

Related posts

Leave a Comment