Nyono Suharli Wihandoko dan Hj Mundjidah Wahab, Dua Figur Kuat di Kabupaten Jombang

ADAKITANEWS, Jombang – Beredarnya kabar terkait pecahnya pasangan incumbent Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko dengan Wakil Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab ditanggapi oleh pengamat politik di Kabupaten Jombang.

Meski secara formal Nyono dan Hj Mundjidah Wahab masing-masing belum mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Bupati Jombang, tetapi sinyal tersebut sudah mulai terlihat. Seperti beberapa waktu lalu saat Hj Mundjidah Wahab mengikuti pendaftaran penjaringan bakal calon Bupati ke beberapa partai di Kabupaten Jombang, yang salah satunya adalah PDI Perjuangan.

Situasi politik seperti itu, mendapat tanggapan dari salah satu pengamat politik di Kabupaten Jombang, H Mahwal Huda M Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Darul’Ulum Jombang.

Mahwal Huda menanggapi terkait kabar pecahnya pasangan Nyono Suharli Wihandoko dan Hj Mundjidah di putaran pilkada kali ini. Menurutnya, pecahnya pasangan incumbent tersebut semakin membuat suhu politik semakin panas.

Dua figur toko politik tersebut, lanjut Mahwal Huda, masing-masing memiliki kekuatan yang sama di masyarakat. “Nyono Suharli Wihandoko dan Hj Mundjidah Wahab, masing-masing memiliki figur yang kuat di masyarakat Jombang,” ungkap Mahwal Huda yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Jombang pada periode 2009 ini.

Mahwal Huda juga sempat menyinggung soal keberhasilan pasangan incumbent tersebut, salah satunya dipengaruhi oleh sosok figur yang kuat antara Nyono Suharli Wihandoko dan Hj Mundjidah Wahab. Dimana saat itu Nyono Suharli Wihandoko memiliki figur kuat saat menjadi ketua di Asosiasi Kepala Desa se-Kabupaten Jombang, sedangkan Hj Mundjidah Wahab sebagai Ketua Muslimat NU Kabupaten Jombang.

“Kekuatan figur dua tokoh politik ini saling melengkapi seperti tumbu oleh tutup istilah orang Jawa,” tutur mantan anggota KPU Jombang dua periode ini.

Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa dalam keberhasilan calon kepala daerah pada putaran pilkada 2018 mendatang, tergantung pada siapa nantinya pasangan yang akan mendampingi untuk menjadi calon Wakil Bupati. “Nanti pada pilkada 2018, masing-masing calon kepala daerah harus bisa memilih calon wakilnya dengan tepat. Karena itu salah satu faktor dalam keberhasilan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, data yang dihimpun oleh Tim Adakitanews.com bahwa pasangan incumbent Nyono Suharli Wihandoko dan Hj Mundjidah Wahab memenangkan pilkada 2013 dengan perolehan suara sebanyak 59,54 persen suara, lebih unggul dari pesaingnya yakni pasangan Widjono Suparno dengan Sumrambah, yang memperoleh suara 34,82 persen.(ar)

Keterangan gambar: H Mahwal Huda, Dekan FISIP Universitas Darul’Ulum Jombang.(foto:adi rosul)

Related posts

Leave a Comment