KPU Pastikan Warga Terdampak Bandara Kediri Tetap Miliki Hak Suara

ADAKITANEWS, Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri memastikan warga yang berpindah rumah akibat dampak pembangunan bandara Kediri tetap dapat menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri, 9 Desember 2020 mendatang.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Partisipasi Masyarakat, Nanang Qosim menyampaikan, pihaknya telah melakukan supervisi dan monitoring terhadap sedikitnya 100 kepala keluarga yang terdampak pembangunan bandara pada Jumat (31/07) lalu. Hasilnya, diketahui ada sejumlah warga yang sudah tidak tinggal di wilayah tersebut.

“Jadi kami meneruskan rekomendasi dari Bawaslu ada beberapa warga Kabupaten Kediri yang terdampak bandara yang ternyata tidak bertempat tinggal lagi di sekitaran wilayah tersebut,” kata Nanang Qosim, Senin (03/08) malam.

Nanang menyampaikan, KPU Kabupaten Kediri kemudian berkonsultasi dengan KPU RI dan KPU Provinsi Jawa Timur dan disepakati bahwa mereka yang sudah berpindah tempat tinggal tidak akan kehilangan hak suaranya serta tetap masuk di dalam coklit.

Secara teknis KPU Kabupaten Kediri menyatakan akan memfasilitasi hal tersebut. Jika warga yang lokasi pindahnya masih dalam lingkup satu wilayah kecamatan, mereka bisa kembali ke tempat pemungutan suara lingkungan sekitar yang tidak terdampak pembangunan bandara. Tetapi jika nantinya warga pindah keluar dari wilayah kecamatan, maka KPU akan memberinya formulir pindah tempat atau A5.

“Jika pindah di luar wilayah kabupaten maka kami akan klarifikasi, kami sudah memiliki data by name by adress, termasuk nomor telpon. Masing-masing kepala keluarga sudah kami data. Nanti kami hubungi apakah memilih di tempat semula apakah dia berpindah ke tempat baru, ” pungkasnya.

Dijelaskan bahwa ada sekitar 100 kepala keluarga yang tinggal di dua wilayah kecamatan yang harus berpindah ke tempat lain akibat pembangunan Bandara Kediri. Yakni di Kecamatan Tarokan, tepatnya di Desa Bulusari, ada 3 TPS di antaranya TPS 9, 10 dan 11. Kemudian di Desa Grogol Kecamatan Grogol, di 1 TPS. “Jumlahnya sekitar 100 lebih. Ada yang tinggalnya di Tarokan, Grogol, ada yang pindah di Nganjuk dan Blitar,” kata dia.(kur)

Keterangan gambar: Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Partisipasi Masyarakat, Nanang Qosim.(ist)

Related posts

Leave a Comment