Caleg Ramai-Ramai Pasang Baliho Kampanye

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Sepekan lebih pasca penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota legislatif baik DPR, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kota/Kabupaten, sudut-sudut jalanan mulai banyak dihiasi baliho-baliho kampanye.

Meski masa kampanye memang telah dimulai sejak Minggu (23/09) lalu, namun KPU mengaku masih perlu melakukan sosialisasi kepada seluruh partai politik maupun calon anggota legislatif, agar mereka benar-benar mengetahui tata cara dan aturan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) tersebut.

Dikonfirmasi Tim Adakitanews, Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq menjelaskan, KPU bertugas memfasilitasi pemasangan dan pembuatan APK untuk setiap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, setiap partai politik, dan untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Aturannya, KPU memfasilitasi paling banyak 10 buah baliho untuk setiap pasangan calon (Presiden dan Wakil Presiden) dan 10 buah baliho untuk setiap partai politik. Sementara untuk spanduk, KPU memfasilitasi paling banyak 16 spanduk untuk setiap pasangan calon (Presiden dan Wakil Presiden, 16 spanduk untuk setiap partai politik, dan 10 spanduk untuk setiap calon perseorangan anggota DPD,” kata Agus Rofiq saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Rabu (03/10).

Meski demikian, lanjut Agus Rofiq, peserta pemilu dapat menambah jumlah APK tersebut untuk dipasang di wilayahnya masing-masing. “Ketentuannya, maksimal 5 baliho di setiap kelurahan, 10 spanduk di setiap kelurahan, dan 2 billboard atau videotron di kabupaten/kota,” tambahnya.

Saat ditanya tentang banyaknya calon anggota legislatif yang memasang APK sendiri di beberapa sudut kota, Agus Rofiq menyampaikan bahwa hal tersebut masih diperbolehkan dengan catatan tidak melebihi jumlah maksimal pemasangan APK di tiap kelurahan.

“Itu berlaku akumulatif. Setiap partai, hanya bisa menambahkan maksimal 5 baliho dan 10 spanduk di setiap kelurahan. Jika masing-masing caleg dari partai itu memasang sendiri, maka akan dihitung juga totalnya. Yang penting maksimalnya menambah 5 baliho atau 10 spanduk dari setiap partai politik,” tegasnya.

Ditanya jika dalam 1 parpol ada lebih 10 orang caleg dan telah memasang baliho atau spanduk sendiri-sendiri di tiap kelurahan, Agus Rofiq menjawab, kelebihan dari APK tersebut akan diminta untuk diturunkan atau dipindahkan ke kelurahan lain, yang total APK nya belum mencapai batas maksimal.

Sekadar diketahui, aturan pemasangan APK sudah tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 28 tahun 2018 tentang perubahan PKPU nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, dan diperjelas dalam Keputusan KPU nomor 1096/PL.01.5-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang Petunjuk Teknis Fasilitasi Metode Kampanye dalam Pemilihan Umum tahun 2019.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa KPU bertugas memfasilitasi beberapa jenis metode kampanye. Diantaranya pemasangan APK, hingga iklan di media cetak, media elektronik, dan media dalam jaringan. Kampanye itu, berlangsung sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019 mendatang.(kur)

Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)

Related posts

Leave a Comment