Disdik Bantah Penyebab Gantung Diri Siswi di Blitar Akibat Sistem Zonasi

ADAKITANEWS, Blitar – Pasca peristiwa bunuh diri siswi SMP di Kota Blitar yang diduga disebabkan karena tidak dapat masuk di sekolah favoritnya akibat sistem zonasi, pihak Cabang Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Jawa Timur di Blitar langsung memberikan tanggapan.

Kepala Cabang Disdik Kabupaten/Kota Blitar, Suhartono menilai bahwa sistem zonasi sebenarnya tidak memberatkan siswa. “Jadi sistem zonasi ini kami nilai tidak memberatkan para siswa. Karena kan sudah ada kuota 10 persen bagi siswa yang berada di luar zona,” kata Suhartono, Kamis (31/05).

Suhartono menjelaskan, meskipun ada sistem zonasi, namun pihak Dinas Pendidikan sudah memberikan kuota 10 persen bagi siswa-siswi di luar zona agar bisa masuk di sekolah favoritnya. Tetapi, mereka harus bersaing dengan siswa-siswi lainnya yang mempunyai nilai bagus.

“Tentunya mereka harus bersaing. Jadi tidak semua bisa diterima, tergantung kuota yang telah disediakan Dinas Pendidikan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang siswi di Blitar bernama EL, 16, warga Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar ditemukan tewas gantung diri di pintu kamar kosnya, Jalan Ahmad Yani Gang III Kelurahan/Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Selasa (29/05) sore.

Di lokasi kejadian, ditemukan 5 surat wasiat yang salah satu isinya yakni permintaan maaf korban lantaran tidak dapat masuk di sekolah yang diidamkan orang tuanya.

Hingga kini jenazah siswi SMPN 1 Kota Blitar tersebut masih berada di Wisma Paramita. Beberapa kerabat korban, juga masih terlihat berdatangan untuk ikut berbelasungkawa.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suhartono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment