Antre Sejak Malam, Pendukung Timnas Tetap Tak Kebagian Tiket

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pertandingan final Piala AFF U-16 yang digelar pada Sabtu (11/08) malam, dipadati oleh ribuan suporter. Mereka bahkan rela antre sejak Jumat (10/08) malam untuk membeli tiket. Meski telah datang lebih awal bahkan rela tidur di halaman stadion, banyak diantaranya yang tetap tidak kebagian tiket.

Loket sebenarnya baru dibuka pada pukul 08.00 WIB. Namun sejak Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB, antrean sudah tampak mengular hingga area kolam renang GOR yang berada di ujung timur GOR Gelora Delta Sidoarjo.

“Membludaknya para suporter yang akan membeli tiket ini, mungkin akibat penjualan tiket melalui online sudah ludes terjual sejak sehari sebelum pertandingan sehingga para suporter memilih membeli tiket secara langsung di loket,” kata Roy, 18, salah satu suporter saat diwawancarai.

Pihak keamanan dari Polresta Sidoarjo pun, sudah mengerahkan lebih dari delapan puluh petugas yang disebar di beberapa titik sejak menjelang loket dibuka guna mengantisipasi adanya kericuhan dalam pembelian tiket.

K‎apolsek Sidoarjo Kota, Kompol Rochsul menjelaskan kondisi antrean memang sudah diluar kendali. Meski tiket sudah habis sejak sekitar pukul 08.45 WIB, pengantre di barisan belakang tetap merangsek maju hingga mendesak pengantre lain di depannya.

“Jadi kasian itu banyak yang tergencet. Terjadi desak-desakan yang cukup hebat, hingga kita ‎membuat rekayasa pemecahan kepadatan. Hingga terpaksa para pengantre yang berada di tengah-tengah antrean saya suruh manjat-manjat tembok biar gak kegencet. Kasian kalau mereka di sana terus malah kenapa-kenapa nanti,” jelas Kompol Rochsul.‎

Kapolsek menambahkan, dalam peristiwa itu pihak kepolisian juga telah menangkap salah satu pengantre yang disinyalir sebagai provokator. Laki-laki yang menggunakan seragam ojek online ini tiba-tiba berdiri dan menarik perhatian orang-orang ketika antrean sudah reda. “Dia langsung bilang, woy itu tiketnya ada lagi. Jadi antrean yang awalnya sudah reda jadi ramai lagi mendesak ke depan,” terangnya.

Akhirnya, laki-laki asal Mojokerto ini ditangkap dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Tidak ada sanksi yang diberikan, hanya peringatan dan imbauan agar tidak mengulangi tindakan provokasi lagi.

Dalam laga final ini, harga tiket tetap dijual seperti harga pada laga semi final yakni kelas ekonumi Rp 50 ribu, kelas utama Rp100 ribu dan kelas VIP Rp 150 ribu rupiah. Pihak panitia sendiri menyiapkan tiket sebanyak 26 ribu lembar, dan sebagian dijual secara online.(sid3)

Keterangan gambar : Suporter yang kecewa lantaran sudah antre sejak dini hari namun tetap tak kebagian tiket.(foto: andri santoso)‎

Related posts

Leave a Comment