Pengancam Peledakan Mapolres Riau Diduga Warga Blitar

ADAKITANEWS, Blitar – Erick, pemilik nama lengkap Erik Nurwianto, warga RT 4/RW 6 Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, diduga merupakan pemilik akun Erick Sumber Asri, pengancam peledakan di Mapolda Riau melalui media sosial facebook yang ditangkap polisi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pihak desa dan Polsek Nglegok, mengaku juga sudah mengkonfirmasi masalah itu ke keluarga Erik. “Tadi pagi, kami (desa,red) dengan Polsek Nglegok ke rumah orang tua Erik. Kami ingin memastikan apa benar foto pelaku pengancam peledakan Mapolda Riau yang viral di medsos itu warga kami,” kata Endrik Supriyanto, Sekretaris Desa Sumberasri, Rabu (29/08).

Endrik menjelaskan, setelah dikonfirmasi ke orang tua, ternyata benar foto penangkapan pengancam peledakan Mapolda Riau yang beredar di medsos adalah Erik. Ibunya mengakui foto yang beredar di medsos itu foto anaknya.

“Kami ketemu ibunya dan ibunya membenarkan kalau foto pelaku yang mengancam meledakan Mapolda Riau itu anaknya,” ujar Endrik.

Namun demikian, keluarga belum menerima pemberitahuan resmi dari polisi soal penangkapan Erik. Keluarga hanya mendengar kabar itu dari para tetangga yang mendapat informasi dari media sosial.

“Kami juga belum tahu kebenaran soal penangkapan. Tapi soal foto pelaku yang mengancam meledakkan Mapolda Riau yang viral di medsos itu, keluarga membenarkan,” kata Endrik.

sementara itu Kapolsek Nglegok, AKP Agus Tri Susetyo mengatakan, Polsek Nglegok juga hanya memastikan kebenaran foto pengancam peledakan Mapolda Riau itu merupakan warga Desa Sumberasri. Soal penangkapan pelaku, Polsek Nglegok juga belum mendapat informasi.

“Kami hanya mengecek foto pelaku yang sudah beredar di medsos. Soal penangkapannya, kami belum mendapat informasi,” pungkasnya.

Terpisah, kedua orang tua Erik mengaku sangat terpukul dengan kabar penangkapan anaknya yang viral di media sosial. Saat ditemui di rumahnya, ibu Erik, Samilatun terlihat paling shock. Sumilatun masih tidak percaya kalau anak sulungnya, Erik, melakukan tindakan bodoh hingga berurusan dengan polisi.

“Erik kui bocah goblok (anak bodoh,red). Kok bisa terpengaruh hal-hal seperti itu,” kata Samilatun.

Samilatun mengaku mendengar kabar soal anaknya ditangkap polisi dari tetangga. “Saya tidak tahu media sosial, makanya tidak tahu ada kabar itu. Kalau melihat foto di media sosial yang ditunjukkan tetangga, itu memang Erik anak saya,” ujarnya.

Meski Samilatun membenarkan pemuda di foto itu adalah anaknya, tetapi sampai sekarang belum mendapat pemberitahuan resmi soal penangkapan anaknya. “Saya berharap mudah-mudahan kabar itu tidak benar,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, polisi menangkap pelaku ancaman bom Mapolda Riau melalui media sosial Facebook. Pemilik akun bernama Erick Sumber Asri itu ditangkap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (27/08).

Akun Erick diketahui telah memposting ancaman bom yang berbunyi ‘Tunggu saja markas Polda Riau AKAN KAMI ledakkan, Polisi Densus 88 pelindung rezim PKI AKAN KAMI habisi’ pada Minggu 26 Agustus 2018.(fat)

Keterangan gambar: Rumah orang tua Erik.(ist)

Related posts

Leave a Comment