Tiga Klinik Swasta di Blitar Dipastikan Tak Beroperasi

ADAKITANEWS, Blitar – Klinik merupakan suatu fasilitas kesehatan publik kecil yang didirikan untuk memberikan perawatan kepada pasien luar. Biasanya klinik hanya mengobati penyakit-penyakit ringan seperti demam dan sebagainya, sedangkan kasus-kasus yang lebih parah diajukan ke rumah sakit. Namun demikian, keberadaan klinik juga memerlukan izin.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, tahun ini ada 20 klinik swasta yang sudah berizin. Sementara untuk tahun lalu ada 3 klinik yang tidak memperpanjang izin, sehingga tahun ini dipastikan sudah tidak beroperasi. Ketiga klinik tersebut berada di Blitar wilayah barat dan selatan.

“Tahun lalu ada 3 klinik swasta yang tidak memperpanjang izinnya. Persaingan terhadap mutu maupun bisaya antar klinik sangat ketat. Ini kemungkinan menjadi salah satu sebab 3 klinik tersebut tidak lagi beroperasi,” kata dr Christine, Kamis (18/10).

Menurut dr Christine, untuk mendirikan dan menyelenggarakan klinik swasta harus mendapat izin dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setelah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat. “Jadi setelah kita mengeluarkan rekomendasi, baru bisa dilanjutkan mengajukan izin ke Dinas Perizinan,” ujarnya.

dr Christine menambahkan, agar klinik swasta tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah, maka harus melakukan akreditasi. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 46 Tahun 2016 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi.(fat/wir)

Keterangan gambar: dr Christine Indrawati, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment