RSM Ahmad Dahlan Angkat Bicara Soal Dugaan Penahanan Jenazah

ADAKITANEWS, Kediri – Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Ahmad Dahlan Kota Kediri angkat bicara terkait dugaan adanya penahanan jenazah bayi Muhammad Rafa Aska Putra pada Minggu (14/11) lalu.

Dalam acara jumpa pers yang dilaksanakan di ruang pertemuan Klinik Vaksin RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri, Selasa (23/11), Masbuhin, Pengacara RSM Ahmad Dahlan menegaskan bahwa dugaan penahanan pasien dengan alasan keluarga tidak mampu membayar adalah tidak benar.

“Faktanya pasien yang dinyatakan meninggal dunia tersebut butuh proses medis seperti Post Mortem dan konfirmasi berbagai data administrasi lain dari pihak keluarga pasien, yang itu memerlukan waktu,” katanya.

Sementara itu terkait keluhan biaya oleh keluarga pasien, Masbuhin menyebut bahwa saat itu pihak Rumah Sakit sudah memberi jalan keluar kepada pihak keluarga, bahwa ketika keluarga tidak memiliki BPJS, maka dapat memanfaatkan program CSR melalui LAZIZMU.

“Akan tetapi disini ada kesalahpahaman. Dimana keluarga pasien kami duga menginformasikan kepada orang lain secara kurang pas, lalu direspon secara reaktif, sehingga seolah-olah Rumah Sakit menahan pasien,” jelentrehnya.

Dikatakan Masbuhin, segala kesalahpahaman antara pihak Rumah Sakit dengan keluarga pasien sebenarnya juga sudah diselesaikan secara tuntas pada Minggu (14/11). “Sudah clear and cleen, melalui LAZIZMU. Silaturahmi dengan keluarga pasien bahkan sampai sekarang tetap terbina dengan baik,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kabar dugaan penahanan jenazah Muhammad Rafa Azka Putra di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri sempat menyita perhatian publik. Bahkan, sempat ada aksi penggalangan dana bagi almarhum.(*/kur)


Keterangan gambar: Masbuhin, Advokat dan Corporate Lawyer Jaringan RSM/Aisyiyah se-Jawa Timur saat memberikan keterangan kepada awak media.(ist)

Related posts

Leave a Comment