Puskesmas di Blitar Diminta Aktif Pantau Perkembangan Demam Berdarah

ADAKITANEWS, Blitar – Peran puskesmas di Kabupaten Blitar dinilai sangat penting dalam mengantisipasi terjadinya kasus demam berdarah. Untuk itu, petugas puskesmas diminta aktif memantau perkembangan kasus demam berdarah di wilayahnya masing-masing.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Susi Narulita. Menurutnya, kasus demam berdarah tidak hanya menyasar kepada anak-anak, melainkan juga orang dewasa. Terbukti, satu warga desa Sumber Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar yang sudah berusia 27 tahun meninggal dunia akibat demam berdarah.

“Nah, ini peran puskesmas sangat penting untuk memberikan penyuluhan maupun sosialisasi dalam menangani nyamuk penyebab demam berdarah,” kata Susi, Kamis (24/01).

Susi mengatakan, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh puskesmas untuk memantau perkembangan kasus demam berdarah di wilayahnya masing-masing. Selain mendatangi setiap rumah untuk memberikan penyuluhan, petugas puskesmas diminta juga berkoordinasi dengan UPTD untuk melakukan pengecekan di sekolah-sekolah, seperti di bagian tong sampah maupun MCKnya. Karena tidak menutup kemungkinan anak-anak bisa terkena demam berdarah di sekolahnya.

“Bagi masyarakat yang mengalami tanda-tanda menderita demam berdarah, harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat, agar segera mendapat penanganan secepatnya,” imbuhnya.

Susi juga mengatakan di awal tahun 2019 ini masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Karena tahun ini merupakan puncak sebuah siklus demam berdarah. “Jadi siklus puncak demam berdarah ini memang terjadi lima tahunan, sehingga jumlahnya naik turun. Saya sendiri juga belum mengetahui penyebab siklus 5 tahunan ini bisa terjadi, makanya hal ini harus dikaji,” pungkasnya.

Lebih lanjut Susi mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi nyamuk penyebab demam berdarah dengan cara sederhana, yakni melakukan rutinitas sehari-hari, seperti membersihkan bak mandi seminggu sekali serta membersihkan lingkungan sekitarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, jumlah penderita demam berdarah selama dua pekan di awal Januari 2019 mencapai 82 orang dengan satu korban meninggal dunia. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama, yakni 28 orang.

Sementara jumlah penderita demam berdarah sepanjang 2018 mencapai 358 orang. Angka ini juga meningkat drastis dibanding 2017 yang hanya berjumlah 94 penderita.(fat/wir)

Keterangan gambar: Susi Narulita, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment