DLH Blitar Tunjuk Satu Rumah Sakit Sebagai Pengepul Limbah Medis

ADAKITANEWS, Blitar – Limbah medis merupakan hasil buangan dari suatu aktivitas medis yang harus secepatnya diolah setelah dihasilkan. Dan penyimpanan, menjadi pilihan terakhir jika limbah tidak dapat langsung diolah. Kini Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah menunjuk satu Rumah Sakit yang berada di Kota Blitar sebagai pengepul limbah medis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar, Pande Ketut Suryadi mengaku, masalah limbah medis menjadi evaluasi tersendiri dari pemerintah dalam menanggulangi tumpukan sampah medis, terutama bagi para dokter yang membuka praktik maupun apotek yang ada di Kota Blitar.

Menurut Pande, Pemerintah sebelumnya telah mengumpulkan para kepala rumah sakit, kepala apotek, dan dokter praktik, untuk membentuk sebuah paguyuban untuk mengelola limbah medis.

“Limbah medis memang menjadi masalah dan perlu kita evaluasi tersendiri. Beberapa waktu lalu, kita sudah mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk membentuk paguyuban pengolah limbah medis,” jelas Pande, Jumat (25/05).

Lebih lanjut Pande menuturkan, pemerintah telah menunjuk Rumah Sakit Syuhada Haji sebagai pengepul sementara limbah medis yang nantinya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah medis yang ada di Mojokerto. Kebijakan itu merupakan jalan terbaik agar para dokter, apotek, klinik, maupun rumah sakit swasta dapat membuang limbahnya.

“Kita sudah tunjuk Rumah Sakit Syuhada Haji sebagai pengepul sementara limbah medis. Setelah itu baru kita lakukan pembuangan yang ada di Mojokerto,” pungkasnya.

Pande menambahkan, melalui paguyuban pengelolaan sampah medis diharapkan proses pengelolaan limbah kesehatan tidak sembarangan. Sehingga tidak membahayakan kesehatan masyarakat.(fat)

Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)

Related posts

Leave a Comment