Dewan Gelar Raker Bersama Asosiasi Penyehat Tradisional

ADAKITANEWS, Blitar – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Upaya Kesehatan merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar sebagai tindak lanjut dari Perda tentang Sistem Kesehatan Daerah (SKD). Dalam rangka pembahasan tentang Raperda tersebut, Komisi IV akhirnya melakukan rapat kerja (raker) bersama asosiasi penyehat tradisional dan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Senin (29/04).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Susi Narulita mengatakan, salah satu sub Raperda Upaya Kesehatan adalah pelayanan kesehatan tradisional. Makanya pihaknya mengundang asosiasi penyehat tradisional untuk meminta masukan dan tambahan usulan yang bisa ditampung.

“Mungkin saja kan usulan mereka bisa dituangkan di dalam pasal-pasal di Perda nanti. Karena tanpa melakukan hearing dengan mereka, maka tidak tahu isinya seperti apa, sebab pelaksana dari Perda ini kan mereka,” ujarnya.

Susi menuturkan, ada beberapa masukan dari asosiasi penyehat tradisional. Diantaranya meminta perlindungan, jaminan terhadap izin, serta jaminan keamanan pelayanan. Menurutnya, dalam memberikan pelayanan yang diterapkan ke masyarakat juga harus aman.

“Selain itu, pendayagunaan atau pemberdayaan mereka, pendanaan yang cukup untuk pengembangan asosiasi dan pelatihan-pelatihan, serta uji kompetensi mereka juga diusulkan. Karena memang kan terjun ke masyarakat selain turun temurun, juga ada semacam sekolah atau akreditasi, jadi sebelum melakukan pelayanan ada sertifikatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Susi menjelaskan, peran penyehat tradisional di tengah masyarakat cukup bagus sebagai alternatif bagi masyarakat dan bisa digunakan seluas-luasnya. Karena penyehatan tradisional ini ada dua, yakni empiris dan ramuan.

“Kalau empiris seperti akupuntur, pijat, dan patah tulang yang sebenarnya sudah biasa di masyarakat. Kalau ramuan yang biasa digunakan sehari-hari seperti jamu, terapi, serta aroma terapi juga bermanfaat sekali dan murah bila dibandingkan pengobatan secara medis,” tandasnya.

Susi menambahkan, penyehat tradisional ini sudah legal, dimana setiap 2 tahun sekali sesuai Permenkes izinnya bisa diperpanjang supaya mereka bisa mempertanggungjawabkan pelayanannya kepada masyarakat. Namun yang terpenting adalah manfaat dan keamanan untuk masyarakat.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana rapat kerja.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment