Belum Ada Sanksi, Ratusan Hatra Tak Berizin di Blitar Masih Beroperasi

ADAKITANEWS, Blitar – Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, hingga saat ini jumlah penyehat tradisional (hatra) mencapai 300. Namun demikian, baru 30 hatra yang sudah mengurus izin operasional dan resmi mendapat surat terdaftar penyehat tradisional (STPT). Sedangkan sisanya sebanyak 270 hatra dipastikan belum memiliki izin namun sudah beroperasi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, sesuai dengan Permenkes bahwa setiap penyehat tradisional wajib mengurus izin operasional, agar pemantauan lebih mudah dilakukan. Karena menurutnya, penyehat tradisional atau hatra berkontribusi dalam hal kesehatan masyarakat.

“Sampai saat ini kita memang tidak bisa menindak tegas atau memberikan sanksi bagi hatra yang belum mengurus izin, karena di Permenkes juga belum mengaturnya. Hanya saja dalam aturan para pengusaha hatra ini diimbau untuk mengurus izin,” kata dr Cristine, Sabtu (16/03).

Selain itu, lanjut dr Cristine, nantinya jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan fasilitas yang diberikan oleh pengusaha hatra, baru akan menjadi kewenangan dari pihak berwajib. Sehingga sampai saat ini pihaknya hanya bisa memantau dan memberikan pembinaan kepada pemilik penyehat tradisional.

dr Cristine menambahkan, awal tahun ini pihaknya baru menerima 6 penyehat tradisional yang mengajukan pengurusan izin operasional. Peninjauan lapangan juga sudah dilakukan dan akan segera diterbitkan surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

“Berikutnya penerbitan surat terdaftar penyehat tradisional (STPT) akan dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Jadi sesuai data kita, saat ini masih ada 264 penyehat tradisional atau hatra yang belum mengajukan izin,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: dr Cristine Indrawati, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment