Atasi Masalah Stunting dengan Hidup Sehat dan Gizi Terpenuhi

ADAKITANEWS, Kediri – Upaya mencegah dan menurunkan angka stunting dan balita gizi buruk di Kabupaten Kediri, Dinas Kesehatan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa Biskuit. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua tempat yang pertama di UPTD Puskesmas Puhjarak dan kedua UPTD Puskesmas Pagu (04/01).

Ketua Tim Penggerak PKK Eriani Annisa Hanindhito bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib menyaksikan bagaimana para petugas kesehatan dengan sabar dan sigap memeriksa kondisi balita yang terindikasi stunting dan gizi buruk. Mulai dari menimbang, mengukur tinggi badan sampai mengukur lingkar kepala.

Memiliki naluri seorang ibu, Mbak Eriani juga ikut menggendong balita saat ditimbang dan memindahkannya ke tempat pengukuran tinggi badan. Melihat anak-anak yang sedang manangis pun beliau menghiburnya dengan mengajaknya bermain sampai balita tersebut merasa nyaman.

Pada kesempatan tersebut, Mbak Eriani juga bertanya kepada para orang tua, kendala apa yang dialami sehari-hari dalam mengasuh anak, mencari solusi bagaimana mengasuh anak yang baik, memberikan asupan gizi seimbang bagi balita agar segera terbebas dari gizi buruk yang menyebabkan stunting.

“Sebagai seorang ibu kita harus sama-sama belajar bagaimana memberikan pengasuhan terbaik agar anak sehat bebas dari gizi buruk dan dapat menekan angka stunting di Kabupaten Kediri,” jelas Mbak Eriani, usai kegiatan Monev tersebut.

“Sesuai harapan kita semua, angka stunting di Kabupaten Kediri bisa turun. Dengan diperiksa secara rutin oleh petugas medis kemudian dilakukan intervensi terkait nilai gizi sampai memiliki berat, tinggi yang ideal seusianya. Saya selalu berpesan kepada ibu yang sedang hamil dan yang sedang menyusui anaknya untuk selalu makan-makanan yang bergizi dan menjaga kesehatan. Kemudian setelah anak lahir berikan ASI Eksklusif kepada anak. Banyak-banyaklah belajar agar anak bisa tumbuh sehat, cerdas dan kuat,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib mengatakan, bahwa tahun ini angka stunting mengalami trend penurunan dibandingkan tahun lalu. Tahun 2021 kemarin mencapai 14,5 persen dibawah angka nasional.

“Kita harus terus berupaya lagi agar nilai stunting terus turun. Semoga dengan adanya kegiatan Monev pada hari ini bisa mendapatkan solusi untuk diterapkan di tahun 2022 ini untuk lebih menekan angka stunting,” ucap dr. Ahmad Khotib.

“Masalah stunting adalah masalah yang multifaktorial disamping masalah makanan yang salah juga pola asuhnya yang kurang tepat. Faktor-faktor yang juga dapat menyebabkan stunting adalah angka kesakitan pada anak, bagaimana dengan sakit akan menguras energi atau kalori pada anak. Perhatikan pula kondisi lingkungan sekitar, harus kita jaga agar selalu menjadi lingkungan yang sehat”,

“Perlu diketahui bahwa berkat intervensi gizi pada balita stunting yang dilakukan selama 2 tahun oleh para kader, Alhamdulillah terdapat beberapa anak yang telah terbebas dari stunting”, pungkasnya.(*/kur)


Keterangan gambar: Ketua Tim Penggerak PKK Eriani Annisa Hanindhito saat menggendong bayi yang menangis.(kedirikab.go.id)

Related posts

Leave a Comment