Palsukan Paspor, WNA Asal Pantai Gading Ditetapkan jadi Tersangka

ADAKITANEWS, Blitar – Sekitar 2 bulan lalu, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II B Blitar menangkap seorang Warga Negara Asing (WNA) bernama Konan Nzue Ange Olivier, 24, asal Pantai Gading karena diduga tidak mempunyai dokumen resmi.

Berdasarkan dari hasil penyelidikan, penyidik telah berhasil mengumpulkan beberapa alat bukti yang sah dan meyakinkan, sehingga menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan serta mengirim berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Blitar.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II B Blitar, Muhammad Akram mengatakan, ada dua barang bukti kuat untuk menetapkannya sebagai tersangka. Diantaranya adalah sebuah paspor palsu. Hal itu diketahui petugas saat pemeriksaan paspor WNA ke kantor Imigrasi Pusat.

“Hari ini kami melakukan penitipan tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Blitar,” kata M Akram, Kamis (05/07).

Akram menjelaskan, awalnya tersangka ditangkap karena tidak memiliki izin tinggal yang sah dan dokumen perjalanan yang masih berlaku. Namun saat dimintai untuk menunjukkan paspor, tersangka menunjukkan 2 paspor, dimana satu paspor masa berlakunya habis dan satu paspor berlaku hingga 2023. “Setelah diperiksa, ternyata paspor yang masih berlaku palsu,” pungkasnya.

Akram menuturkan, di depan petugas tersangka mengaku jika ia mengurus paspor palsu melalui salah satu warga Indonesia kenalannya, dengan membayar Rp 1 juta. “Tersangka mengaku terpaksa membuat paspor palsu karena paspornya yang asli sudah habis masa berlakunya,” jelasnya.

Tersangka dijerat pasal 119 undang-undang keimigrasian nomor 6 tahun 2011 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 500 juta.

Untuk diketahui, tersangka datang ke Indonesia pada Oktober 2015 melalui Bandara Ngurah Rai Bali menggunakan visa bisnis jual beli baju dan tas untuk dijual kembali ke negara asalnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Konan Nzue Ange Olivier, saat diperiksa petugas.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment