OTT Polda Jatim Di Puskesmas Porong, Bupati : Sebelumnya Sudah Diincar Petugas

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah memberikan komentar terkait tertangkapnya 8 oknum pegawai di Puskesmas Porong oleh Tim Saber Pungli Polda Jatim pada, Senin (17/09) kemarin. Bahkan menurut Bupati, kedelapan oknum tersebut sebelumnya memang sudah diincar oleh petugas kepolisian.

Saat diwawancarai oleh wartawan, Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Abah Saiful mengatakan bahwa dari laporan yang ia terima, di Puskesmas Porong memang telah terjadi pungutan liar berupa pemotongan dana Jaspel (Jasa Pelayanan) yang diterima oleh masing-masing pegawai.

“Kemarin saya memang mendapat informasi kalau di Puskesmas Porong itu didatangi tim Saber Pungli Polda Jatim karena adanya tarikan-tarikan. Dan itu kemarin diceritakan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) ke saya, sebelumnya memang sudah diincar petugas,” kata Abah Saiful usai mengikuti apel gelar pasukan Ops Mantap Brata Semeru 2018 di Alun-alun Sidoarjo, Rabu (19/09).

Abah Saiful mengatakan, berdasarkan laporan dari pihak BKD Kabupaten Sidoarjo, skema dana tarikan dari Jaspel setiap pegawai tersebut awalnya diperuntukkan untuk rekreasi para pegawai yang bertugas di lingkungan Puskesmas Porong. “Sebetulnya uang tarikan itu disimpan, yang nantinya untuk rekreasi para pegawai sendiri,” terangnya.

Dengan adanya OTT tersebut, Abah Saiful mengimbau kepada seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Sidoarjo agar tidak melakukan penarikan dalam bentuk apapun. Ia pun mengaku akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib.

“Untuk Puskesmas yang lain janganlah tarik-tarik, karena itu jadinya pungli,” cetus Abah Saiful.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muh Harris menegaskan, pasca adanya OTT yang dilakukan oleh tim saber pungli Polda Jatim kemarin, saat ini pihak kepolisian bahkan sudah menetapkan satu orang tersangka. “Untuk status yang diduga tersangkanya sudah ada. Satu orang berinisial EH, dia sebagai PNS Puskesmas Porong. Infonya yang saya dapat seperti itu,” terangnya, Rabu (19/09).

Saat ditanya lebih detail terkait hal tersebut, Kompol Harris mengaku tidak mau berkomentar karena bukan wewenang pihaknya. “Info detailnya ya bukan wewenang kita, karena untuk lidik dan penyidikannya sama Polda semua. Kita hanya dapatkan informasi awal saja. Intinya kan kasus ini, adanya potongan yang tidak resmi yang diterapkan didalam puskesmas tersebut padahal nggak resmi,” tegasnya.(sid3)

Keterangan gambar : Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah saat ditemui di alun-alun Sidoarjo.(foto : andri santoso)

Related posts

Leave a Comment