Mayat di Persawahan, Korban Pengeroyokan

ADAKITANEWS, Tulungagung – Teka-teki kematian Manus Bahari, 27, warga Jepun yang berdomisili di Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Tulungagung mulai terkuak.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengungkap kasus kematian Manus Bahari, setelah tim Buser Satreskrim Polres Tulungagung mengamankan 8 orang yang terkait dengan kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priambodo mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula saat polisi memintai keterangan MZF, 20, warga Desa Nglurup Kecamatan Sendang Tulungagung yang diduga sebagai pelaku utama. Dari keterangan MZF, akhirnya polisi berhasil mengamankan tujuh pelaku lainnya.

“Dari keterangan pelaku pertama yang merupakan aktor utama, kita berhasil mengamankan tujuh pelaku lainya,” kata Kasat Reskrim, AKP Mustijat Priambodo, Sabtu (05/05).

AKP Mustijat menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, motif pelaku utama melakukan pengeroyokan lantaran sakit hati ponselnya dicuri oleh korban. Selanjutnya, MF menghubungi teman-temanya yang merupakan tetangga desanya untuk mencari korban.

Korban berhasil ditemui di salah satu warung kopi yang berada di Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu. Setelah itu, korban diajak pelaku menuju ke persawahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung, hingga akhirnya korban dihajar beramai-ramai oleh kedelapan pelaku hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Setelah kondisi korban tak berdaya, salah satu pelaku menghubungi pihak keluarga korban dengan menggunakan handphone korban, bahwa korban baru saja dihajar massa di area persawahan Kelurahan Kutoanyar.

Korban sempat dibawa pulang, namun karena kondisi lukanya yang parah, korban akhirnya meninggal. “Dari delapan pelaku tersebut, tiga diantaranya masih di bawah umur. Semuanya kita tangkap di rumah masing-masing,” jelas AKP Mustijat.

Dari tangan para pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa kabel, kayu untuk memukul, 2 buah HP dan sepeda motor sebagai sarana.

“Kedelapan pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP subsider 351 dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.(bac)

Keterangan gambar : Kedelapan pelaku (jongkok) saat diamankan di Mapolres Tulungagung.(ist)

Related posts

Leave a Comment