Makam Balita di Tulungagung Dibongkar

ADAKITANEWS, Tulungagung – Jajaran Polres Tulungagung melakukan pembongkaran makam balita Hanung, di makam Desa Waung Kecamatan Boyolangu, Jumat (29/21). Pembongkaran makam balita berusia 1 tahun 10 bulan itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban, karena diduga Hanung meninggal karena mengalami kekerasan.

Proses pembongkaran makam yang dipimpin langsung Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon ini mendapatkan penjagaan ketat personel dari Polsek Boyolangu, Polsek Tulungagung dan Polres Tulungagung. Hal itu karena warga sekitar berdatangan ke area makam untuk ikut menyaksikan proses pembongkaran.

“Pembongkaran makam ini, untuk keperluan autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik. Dengan dilakukan autopsi, maka diharapkan akan didapatkan penyebab kematian korban, sekaligus untuk melengkapi berkas perkara,” kata Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon.

Lanjut AKBP Yong Ferrydjon, korban diduga meninggal akibat dianiaya oleh Aris Febriansyah, 31, warga Kecamatan Ngunut, yang merupakan kekasih Katinah alias Wati, ibu korban.

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, kasus meninggalnya Hanung berawal ketika Aris mendatangi warung makan milik Wati di Pasar Ngemplak Tulungagung pada Rabu (27/12) pagi hari. Selang beberapa saat, Aris mengajak Hanung untuk tidur di warung yang lokasinya tidak jauh dari warung milik Wati.

Saat bersama Aris tersebut, kondisi Hanung dalam keadaan tak sadarkan diri, dan terdapat sejumlah lebam serta bagian hidungnya mengeluarkan darah. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam (Orpeha) yang jaraknya sekitar satu kilometer dari Pasar Ngemplak, namun jiwanya tak terselamatkan.

Setelah dinyatakan meninggal, Hanung pun dimakamkan di makam Desa Waung Kecamatan Boyolangu. Kepada keluarga korban, Aris beralasan bahwa luka yang ada di tubuh Hanung akibat tertimpa meja warung.

Polisi yang menangkap ada kejanggalan dalam kematian korban, kemudian meminta keterangan dari Aris, orang yang terakhir kali bersama Hanung. Di depan petugas Aris mengakui bahwa dirinya yang membunuh korban, lantaran cemburu pada ibu korban yang sering digoda pembeli di warungnya. Kemudian pelaku melampiaskan kekesalannya tersebut pada korban.

Selain dipukul di bagian perut, Aris juga memukul bagian belakang kepala korban sebanyak tiga kali. Belum puas melampiaskan kekesalannya, wajah korban pun dibenturkan ke lantai hingga tak sadarkan diri.

Sebelum melakukan penganiayaan, Aris yang merupakan residivis ini pada malam harinya melakukan pesta miras bersama teman-temannya, di lokasi yang tidak jauh dari lokasi penganiayaan korban.

Dari pemeriksaan jenazah korban, dokter spesialis forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri menemukan setidaknya ada lima titik luka lebam di bagian kepala dan tangan. “Kita dapatkan luka lebam di bagian kepala dan tangan. Di kedua bagian itu ada beberapa titik yang terdapat luka lebam, antara lima sampai tujuh titiklah,” ungkap dr Utik Purwanti, SpF.

“Kita juga mengambil sampel rambut dan cairan lambung untuk diperiksa di laboratorium. Untuk hasilnya, kita butuh waktu dua minggu, baru saya keluarkan hasil resminya untuk diserahkan kepada penyidik,” terangnya.(bac)

Keterangan gambar : Situasi pembongkaran makam Hanung, dan Polisi membawa barang bukti tambahan.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment