KPK Gunakan Empat Ruangan Untuk Periksa Enam Saksi

ADAKITANEWS, Tulungagung – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pasca penggeledahan di tiga rumah milik pejabat di lingkup Pemkab Tulungagung beberapa hari lalu.

Pemeriksaan mulai dilakukan pada Kamis (05/07) sekitar pukul 10.30 WIB. Setidaknya ada enam orang yang menjalani pemeriksaan. Dua diantaranya merupakan pejabat Pemkab Tulungagung. Mereka adalah Kabid Pekerjaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sukarji, dan Kabag Pembangunan, Zamrotul Fuad.

Sedangkan empat saksi yang diperiksa lainnya adalah, Tim Relawan Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo (Sahto), Kristiono Jhoni, dan tiga saksi lainnya dari kalangan swasta dari Blitar.

Pemeriksaan dilakukan secara terpisah di empat ruangan di Mapolres Tulungagung. Keempat ruangan yang dipinjam oleh penyidik KPK itu, adalah ruang Kanit Pidkor, ruang Kanit Pidum, ruang KBO Reskrim, dan ruang gelar perkara milik Satreskrim Polres Tulungagung.

Seluruh ruangan yang dipergunakan untuk pemeriksaan tersebut ditempel tanda peringatan bertuliskan, “dilarang masuk, ada pemeriksaan”.

Sekitar pukul 14.40 WIB, Jhoni terlihat keluar dari ruang penyidikan. Saat ditanyai oleh awak media, ia hanya menjawab singkat. “Pertanyaannya seputar sistematika pemenangan Sahto,” ujar Jhoni singkat.

Pemeriksaan terhadap seluruh saksi tersebut, masih terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Sutrisno, yang menyeret Calon Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo yang prosesnya kini ditangani oleh KPK.(bac)

Keterangan gambar : Salah satu saksi saat memasuki ruang pemeriksaan.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment