Enam Pelaku Penyerangan Terhadap Mahasiswa Ditangkap

ADAKITANEWS, Tulungagung – Enam pelaku penganiayaan terhadap dua mahasiswa perguruan tinggi negeri di Tulungagung berhasil diringkus anggota Satreskrim Polres Tulungagung.

Mereka yakni, ADW, 17, MZ, 20, RCE, 19, MAP, 22, MAY, 20, dan BFA, 17. Keenamnya merupakan warga Dusun Ngegon Desa Banjarsari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.

Lantaran ada dua pelaku masih berusia di bawah umur, keduanya tidak dilakukan penahanan oleh polisi dan dilakukan diversi.

Wakapolres Tulungagung, Kompol Andik Gunawan mengatakan, para pelaku diringkus polisi pada Selasa (13/11) malam dari lokasi berbeda-beda. “Mereka ditangkap dari rumah masing-masing, setelah melalui proses penyelidikan dengan melibatkan beberapa saksi mata,” kata Kompol Andik Gunawan, Rabu (14/11).

Pasca penangkapan tersebut, pihak kepolisian mengaku masih akan melakukan pendalaman apakah mereka memiliki keterkaitan dengan sebuah perguruan silat seperti yang berkembang selama ini.

Tambah Wakapolres, dari pemeriksaan petugas, para pelaku mengaku melakukan aksi penganiayaan secara spontan. Diduga pelaku tersinggung melihat salah seorang korban yang sedang mengenakan kaos dengan logo sebuah perguruan silat lain.

“Jumlah pelaku bisa saja bertambah. Tergantung dari hasil pemeriksaan nanti,” ujar Kompol Andik.

Jika terbukti bersalah, para pelaku akan dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Diketahui sebelumnya, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (11/11). Dalam kejadian ini, dua mahasiswa IAIN Tulungagung yang menjadi korban. Yakni Sania Fikhi Tatorik, warga Desa Suwalo Kecamatan Pakel dan Arya Eka Putra Mahendra, warga Desa Talun Kecamatan Bandung.

Korban yang saat itu sedang ngopi di sebuah warung di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru, secara tiba-tiba diserang oleh segerombolan orang tak dikenal. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada bagian punggung dan memar pada bagian perut.(bac)

Keterangan gambar : Pelaku penganiayaan saat diamankan di Mapolres Tulungagung.(ist)

Related posts

Leave a Comment