Dua Pengedar Sabu Dibekuk

ADAKITANEWS, Lamongan – Polres Lamongan mengamankan dua orang pengedar sabu-sabu dan ekstasi di tempat berbeda, Selasa (16/04). Kedua pelaku adalah Bahrun Nawa alias Songong, 25, asal Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dan Achmad Basori, 46, asal Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Kota Surabaya.

Dari tangan tersangka Bahrun Nawa petugas mengamankan barang bukti dua plastik klip berisi sabu dengan berat 11,55 gram, lima puluh lima plastik klip berisi sabu dengan paket hemat dengan total berat 35, 22 gram , 14 butir pil ekstasi, berbagai merk hp, sepeda motor Yamaha mio dan seperangkat alat hisap dan timbangan serta uang tunai sebesar Rp 15,7 juta.

Sedangkan dari tangan tersangka Achmad Basori petugas juga mengamankan barang bukti sabu dengan berat total 13,06 gram, , satu buah timbangan, tiga pak plastik klip besar, serangkat alat hisap dan uang tunai sebesar Rp 13 juta serta sepeda motor Honda CBR warna merah nopol L 4251 JC.

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan, bahwa penangkapan tersangka pengedar sabu tersebut ditempat berbeda. Berawal petugas menangkap tersangka BN alias Songong saat akan melakukan transaksi dengan calon pembeli.

“Tersangka BN alias Songong kita tangkap di sekitar Gedung Olah Raga (GOR) di Desa Kementren Kecamatan Paciran sesaat setelah menjual sabu kepada warga sekitar, ” ungkap Feby.

Setelah dilakukan interograsi pengembangan, tersangka BN alias Songong mengaku membeli barang haram tersebut dari tersangka Achamd Basori.
“Tersangka Achmad Basori kita tangkap di jalan raya depan kantor Bupari Gersik, ” ujarnya.

Tidak berhenti disitu petugas terus melakukan pengembangan jaringan tersangka lainya. Namun usaha petugas untuk menangkap jaringan tersangka gagal. Tersangka Achmad Basori mengaku membeli barang haram tersebut dari temannya berasal dari daerah Malang.

“Teman tersangka AB asal Malang Ini saat akan ditangkap sudah curiga. Namun petugas berhasil mengamankan barang buktinya, ” jelasnya.

Faby menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan upaya pengembangan terhadap kedua tersangka untuk bisa mengungkap bandar pemasok barang haram tersebut.

“Kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun, ” pungkasnya.(ng1)

Keterangan gambar: Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung disamping Kasatreskoba AKP Joko Bisono saat gelar pres release di Mapolres Lamongan. (foto suprapto)

Related posts

Leave a Comment