Tinggi Gelombang Air Laut Capai Enam Meter, Nelayan Diimbau Tidak Melaut

ADAKITANEWS, Tulungagung – Nelayan dan warga di pesisir selatan Tulungagung diharapakan agar waspada terhadap tingginya gelombang pasang.

Imbauan tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung. “Kita harap warga nelayan di pesisir pantai, untuk sementara tidak pergi melaut, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Soeroto, Kamis (26/07).

Soeroto menyampaikan, data prakiraan cuaca BMKG yang diterima BPBD Tulungagung, dalam rentang waktu 22 hingga 26 Juli terjadi gelombang tinggi. Sedangkan cuaca buruk yang memicu gelombang tinggi, diprediksi terjadi sejak 22-26 Juli dengan ketinggian rata-rata 4 sampai 6 meter.

Kemudian pada rentang 27 hingga 29 Juli 2018, akan mengalami penurunan dengan ketinggian antara 2 sampai 6 meter.

Diketahui sejak 2 hari terakhir, warga nelayan Tulungagung yang bermukim di sepanjang pantai juga sudah dalam kondisi siaga. Bahkan harus secara giliran berjaga malam.

Seperti halnya di pesisir Pantai Sine Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir, yang pada Rabu (25/07) dinihari kemarin diterjang air rob hingga memasuki rumah mereka. Untuk menjaga segala kemungkinan akibat datangnya air rob, mereka pun melakukan penjagaan bergilir.

Menurut penuturan Budi Wahono, warga setempat, air rob sudah beberapa kali masuk ke area pemukiman, dan merusak sebagian bangunan yang terbuat dari papan dan bambu.

“Selain bangunan beberapa perahu nenayan juga mengalami kerusakan akibat hempasan gelombang laut,” kata Budi Wahono.(bac)

Keterangan gambar : Petugas BPBD Tulungagung melakukan monitoring di ruang Pusat Pengendali Operasi.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment