Tiga Anak Binaan LPKA Mundur Tak Ikut UN

ADAKITANEWS, Blitar – Sebanyak sembilan anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar diketahui terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMP tahun 2018. Namun tiga diantaranya, memilih untuk mengundurkan diri dan tidak ikut ujian.

Sebelumnya sembilan anak binaan LPKA tersebut terdaftar untuk mengikuti ujian nasional secara terpisah. Delapan anak mengerjakan naskah ujian nasional di SMPN 1 Garum, sementara satu lainnya mengerjakan naskah soal di MTs Sumber Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar.

Kasi Pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar, Andik Ariawan mengatakan, tiga anak yang mengundurkan diri itu berasal dari Blitar, Lumajang, dan Bojonegoro. Mereka memilih untuk mundur dari UN meski telah dinyatakan bebas. “Satu anak bebas di tahun 2017, sementara dua lainnya bebas di awal tahun 2018,” kata Andri, Senin (23/04).

Andik melanjutkan, untuk program pendidikan anak binaan usia SMP dilakukan melalui kerjasama dengan SMP Agroganik, Garum. Hak memperoleh pendidikan tersebut, menjadi salah satu prioritas LPKA Kelas I Blitar kepada anak binaan.

“Prioritas LPKA untuk memaksimalkan hak pendidikan anak binaan agar diperoleh secara maksimal. Mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA kita fasilitasi semuanya,” tambah Andik.

Sementara itu, Kepala SMP Agroganik Garum, Damiri mengatakan, para anak binaan yang ikut dalam UN 2018 ini mengerjakan naskah dengan menggunakan kertas atau disebut Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

Dijelaskannya, anak binaan berada di satu ruang bersama dengan empat siswa dari SMP Agroganik Garum. Sedangkan satu anak lagi, mengerjakan naskah ujian di MTs Sumber Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar.

“Mereka (anak binaan,red) ujian pakai UNKP. Yang di SMPN 1 Garum ini ada 9 anak yang terdiri dari 5 anak binaan LPKA dan empat siswa kami,” katanya di SMPN 1 Garum.

Damiri mengakui, karena minimnya persiapan dan ketersediaan alat, pelaksanaan ujian nasional tidak bisa menggunakan komputer. Meski di Lembaga lain sudah menggunakan komputer.

“Waktunya juga mepet untuk persiapan. Selain itu bagi sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 20 masih belum bisa menyelenggarakan ujian mandiri. Jadi kami nunut di SMPN 1 Garum untuk pinjam kelasnya,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana Ujian Nasional anak binaan LPKA Kelas I Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment