Terlihat Bingung di Terminal dan Tak Mampu Tunjukkan Identitas, Wanita Bercadar Diperiksa Polisi

ADAKITANEWS, Tulungagung – Kepolisian Polres Tulungagung melakukan pemeriksaan terhadap seorang wanita, yang sebelumnya tampak kebingungan saat berada di Terminal Gayatri Tulungagung, Selasa (15/05). Ketika diperiksa, wanita yang mengenakan cadar tersebut juga tidak bisa menunjukkan kartu identitas dirinya.

Polisi awalnya mendapat laporan dari petugas Terminal Gayatri Tulungagung sekitar pukul 08.00 WIB. Wanita bercadar tersebut terlihat bingung dan duduk di tangga depan ruang tunggu penumpang.

Sekitar 15 menit, wanita tersebut duduk diam di samping tas yang dia bawa, sambil memainkan jari – jari tangannya. Kemudian, ia menaiki bus jurusan Trenggalek. “Petugas kami mendapat laporan, ada salah seorang wanita yang terlihat kebingungan. Awalnya dia berada di depan di ruang tunggu, kemudian menuju sebuah bus jurusan Trenggalek,” kata Kepala Terminal Gayatri Tulungagung, Oni Suryanto.

Lanjut Oni, karena ada kekhawatiran dari penumpang atas kasus teroris yang terjadi di Surabaya, penumpang bus tersebut melaporkan pada petugas. Namun saat petugas menanyakan tujuan perjalanannya, wanita tersebut diam. Bahkan ketika ditanya identitasnya, ia juga tidak bereaksi untuk memberikan.

“Karena penasaran, akhirnya petugas kami membawa ke pos pengamanan untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah kami lakukan pemeriksaan awal, akhirnya kami serahkan pada pihak kepolisian,” ujar Oni.

Dikonfirmasi awak media, Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksan terhadap seorang wanita bercadar. Dari hasil pemeriksaan, diketahui wanita yang berinisial SAN, 15, tersebut berasal dari Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Dia, merupakan salah satu santriwati di sebuah pondok di Tulungagung.

“Kanit PPA sudah meminta keterangan yang bersangkutan. Hasilnya, SAN merupakan salah satu santriwati dari sebuah pondok pesantren di Tulungagung. Jadi tidak ada kaitannya dengan kasus teror di Surabaya,” kata AKP Mustijad Priyambodo.

AKP Mustijat menjelaskan, SAN merasa tidak betah tinggal di pondok dan meninggalkan pondok karena ada masalah dengan temannya. “Kita juga telah memanggil pengasuh pondok tersebut dan pihak pondok juga membenarkan bawa SAN adalah santrinya. Dan kejadian SAN melarikan diri ini sudah yang keempat kalinya. Yang keempat ini dia mengenakan cadar, agar tidak mudah dikenali,” terangnya.

Video kasus ini juga diketahui sempat beredar di dunia maya. Video tersebut, diambil oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya dan menjadikan seolah-olah SAN telah mendapat perlakuan diskriminasi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan informasi yang beredar di media sosial. Selain itu, diharapkan untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada polisi apabila melihat hal-hal yang mencurigakan,” pungkas AKP Mustijat.(bac)

Keterangan gambar : SAN saat dibawa ke pos pengamanan.(youtube)

Related posts

Leave a Comment