Tempat Karaoke di Pasar Legi Kota Blitar Direkomendasikan Ditutup

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Mencuatnya penggerebekan tempat karaoke Maxi Brilliant yang berada di Jalan Semeru Barat Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar oleh Polda Jatim karena diduga menjadi tempat asusila, membuat tempat karaoke lainnya di Kota Blitar diminta untuk dievaluasi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaidi yang merasa geram atas kasus tersebut. Menurutnya, satu tempat karaoke yang berada di Pasar Legi harus segera dievaluasi. Karena Pasar Legi lantai 2 itu dulu izinnya untuk pemutaran film 3 dimensi.

“Sekarang sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, bahwa Pasar Legi lantai 2 sudah menjadi tempat karaoke. Jadi tidak menutup kemungkinan juga ada penyimpangan-penyimpangan,” kata Agus, Rabu (05/12).

Pihaknya merekomendasikan Pemerintah Kota Blitar agar Pasar Legi lantai 2 itu bisa difungsikan sesuai dengan izinnya atau ditutup total. “Kalau itu memang kontraknya masih sampai tahun berapa, bisa diputus. Tidak mungkin kan pasar dibuat seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu dikonfirmasi terkait hal ini, Wakil Walikota Blitar, Santoso mengatakan, stand pasar legi bagian depan memang bisa disewakan. Sehingga tergantung penyewanya untuk dibuat kegiatan usaha apa. “Kebetulan digunakan untuk tempat karaoke, sepanjang tidak melanggar Perda kita perbolehkan. Tapi kalau melanggar akan ditindak tegas,” tandasnya.

Saat ditanya izin awal penggunaannya, Santoso menuturkan memang untuk pemutaran film 3 dimensi. Namun menurutnya, ketika usaha itu tidak jalan, namanya bisnis otomatis akan mencari usaha lain yang bisa jalan. “Intinya sepanjang tidak melanggar Perda, kita persilahkan,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Agus Zunaidi, Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment