Tas Misterius di Halaman Gedung DPRD Kota Kediri

ADAKITANEWS, Kediri – Sebuah tas misterius ditemukan di pojok halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Senin (12/04) pagi. Pihak keamanan gedung dewan yang curiga isi tas tersebut, kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya Tim Gegana Brimob Polda Jatim akhirnya didatangkan untuk mendeteksi tas hitam yang diduga berisi bom tersebut.
Anggota Tim Gegana kemudian melakukan upaya distrakter tas guna memastikan isinya. Salah satu anggota tim yang mengenakan baju khusus, tampak mendekati tas untuk meletakkan alat deteksi bom.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya tas hitam tersebut didistrakter dari jauh. Saat itu, lokasi gedung dewan dan sekitarnya terpaksa dikosongkan. Arus lalu lintas di depan Kantor DPRD Kota Kediri juga sempat disetop sampai proses distrakter selesai.

Usai upaya pertama, petugas kemudian melakukan pengecekan kembali diputuskan bahwa harus dilakukan distrakter kedua untuk memastikan bahwa isi tas hitam itu benar-benar hancur.

Setelah distrakter kedua usai, Tim Gegana akhirnya memastikan bahwa tas hitam tak bertuan tersebut hanya berisi batu bata merah, baterai merek ABC, dan sebuah jam tangan.

“Itu tadi bukan peledakan ya, tapi proses tadi dinamakan distrakter. Distrakter sendiri adalah sebuah proses penceraiberaian barang yang diduga bom. Tadi operator dari penjinak bom langkah pertama tadi menganalisa, apakah dalam tas tersebut ada unsur bahan peledak atau rangkaian bom atau tidak,” kata Kapolres Kediri Kota, AKBP Eko Prasetyo didampingi Kasatreskrim Iptu Girindra Wardhana saat dikonfirmasi awak media.

Menurut AKBP Eko, operator melakukan distrakter sebanyak dua kali. Distrakter pertama hanya untuk membuka case. Kemudian distrakter kedua adalah untuk menghancurkan isinya.

“Dan ternyata hasil dari distrakter kedua itu hanya ditemukan barang-barang seperti batu bata, baterai, dan juga jam tangan. Jadi tidak ada unsur bahan peledak,” ujar AKBP Eko Prasetyo.

Sementara itu, Iptu Girindra Wardana menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah tas tak bertuan ini terkait aksi teror.

“Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan tidak bisa memutuskan ini adalah aksi teror, jelas kita belum bisa. Karena semua bisa terjadi. Baik itu orang ketinggalan barang bawaan atau lainnya. Maka dari itu, kita masih lakukan proses penyelidikan,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, pihak keamanan DPRD Kota Kediri dibuat geger dengan penemuan tas misterius yang ada di dekat pintu gerbang sebelah selatan pada pukul 05.30 WIB.

Pengakuan awal pihak pengamanan yang sempat membuka resleting tas tersebut, terlihat sebuah baterai dan kabel. Temuan tas itu akhirnya dilaporkan ke polisi.(*/kur)


Keterangan gambar: Tas misterius di halaman gedung DPRD Kota Kediri.(ist)

Related posts

Leave a Comment