Spanduk Tulisan Maaf, Sambut Kedatangan Sandiaga Uno di Madiun

ADAKITANEWS, Madiun – Kedatangan Cawapres (Calon Wakil Presiden) nomor urut 02, Sandiaga Uno di Madiun disambut spanduk bertuliskan permohonan maaf, Rabu (06/02).

Pantauan Tim Adakitanews di lapangan, tampak beberapa spanduk telah terpasang di sepanjang jalan yang akan dilalui Sandiaga, yakni menuju industri perakitan alat pertanian di Desa Mlilir Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Spanduk tersebut bertuliskan “Selamat datang Bapak Sandiaga Uno. Tetapi mohon maaf pilihan kami sudah tetap Jokowi-Ma’ruf Amin”.

Menangapi hal itu, Sandi, sapaan akrab Cawapres pasangan Prabowo Subianto tersebut mengatakan jika ini bukanlah bentuk penolakan, namun bentuk penyambutan terhadap dirinya. Ungkapan dalam spanduk tersebut juga dinilai Sandiaga sebagai bentuk demokrasi, dan masyarakat bebas memilih dirinya atau Jokowi.

“Ini merupakan konsekuensi demokrasi. Di beberapa daerah disambut pendukung bapak Presiden dan pendukung kami, dan ini merupakan bentuk kegembiraaan, dan kami menyikapi pesan bersahabat. Intinya warga bebas memilih. Jika warga merasa selama 4 tahun ini sudah baik, silahkan pilih bapak Presiden lagi. Ini suatu konsekuensi demokrasi, dan saya menilai ini bukan penolakan, namun bentuk penyambutan,” ucap Sandi usai bertemu dengan petani, warga, dan masyarakat lainnya, di Rumah Joglo Agus Zamroni di Desa Mlilir Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.

Saat bertemu warga di rumah joglo Sandi berjanji akan membuka lapangan pekerjaan baru, dan memurahkan semua kebutuhan dapur. Usai acara, Sandi juga kembali melanjutkan agendanya ke Kota Madiun untuk berdiskusi, cangkrukan, dan makan siang di salah satu rumah makan di Jalan Taman Praja, hingga terakhir mengunjungi UKM sentra industri rumah tangga brem di Desa Bancong Kabupaten Madiun.

Sementara itu menanggapi maraknya spanduk tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun, Nur Anwar mengatakan bahwa itu bukan suatu pelangaran karena tidak ada unsur kampanye dalam spanduk tersebut. “Kita sudah koordinasikan bahwa spanduk itu bukan pelanggaran karena tidak ada unsur kampanye dan tidak ada usur provokatif maupun unjaran kebencian, ini hanya bentuk ekspresi diri,” ujarnya saat ditemui di kantornya.(wiet)

Keterangan gambar: Salah satu spanduk yang terpasang di pinggir jalan.

Related posts

Leave a Comment