Ruang Kelas Ambruk, Siswa SDN Watudandang 3 Belajar di Tenda Darurat

ADAKITANEWS, Nganjuk – Pasca ambruknya ruangan kelas 1, 2, dan 3 SDN Watudandang 3 Kecamatan Prambon pada Rabu (02/01) lalu, para siswa terpaksa harus belajar di tenda darurat.

“Siswa-siswi kelas 3 belajar di tenda darurat yang didirikan Satpol PP. Sedangkan kelas 1 dan 2 belajarnya di Madrasah Diniyah,” kata Kepala SDN 3 Watudandang, Ali Hafid saat dikonfirmasi, Selasa (09/01).

Menurut Ali Hafid, ambruknya tiga ruang kelas pada pekan lalu itu adalah karena tidak kuat menahan beban saat terjadi hujan lebat. “Kami tidak tahu sampai kapan para siswa-siswi harus belajar di tenda dan mengungsi,” ungkapnya.

Dia pun berharap agar Pemkab Nganjuk melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk segera melakukan perbaikan tiga ruang kelas di SDN Watudandang 3 tersebut.

“Kami berharap Pemkab segera memperbaikinya, karena sekolah tidak ada anggaran untuk memperbaiki ruang kelas yang ambruk itu,” kata Ali.

Sementara itu salah siswa, Muhammad David Hamzah menuturkan, dirinya dan teman-temannya sudah tiga hari belajar di tenda darurat. “Lebih enak belajar di dalam ruangan kelas daripada di dalam tenda ini,” ungkapnya.(ng1)

Keterangan gambar: Suasana siswa-siswi saat proses belajar di tenda darurat.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment