Rencana Sekolah Tatap Muka, Satgas: Masih Akan Dipertimbangkan Oleh Walikota

ADAKITANEWS, Kediri – Rencana sekolah tatap muka menjelang tahun ajaran baru 2021/2022 di Kota Kediri masih akan dikaji dan dipertimbangkan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih belum tahu apakah rencana uji coba pelaksanaan belajar tatap muka menjelang tahun ajaran baru 2021/2022 akan jadi dilaksanakan atau tidak.

“Kediri masih zona oranye. Jadi akan dipertimbangkan oleh Walikota. Uji coba belum tahu, karena belum ada pembahasan,” kata dr Fauzan seperti dikutip dari antaranews.com, Kamis (15/04).

Ia mengakui memang ada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Setelah Vaksinasi COVID-19. Ada pengaruh yang sangat besar terhadap pelaksanaan pendidikan selama pandemic. Terutama karena sekolah harus tutup untuk mencegah penyebaran virus di kalangan pelajar, pendidik dan tenaga kependidikan.

Daerah yang diizinkan untuk uji coba sekolah tatap muka adalah daerah dengan zona kuning dan hijau. Sementara Kota Kediri hingga kini masih berstatus zona oranye.

Fauzan mengatakan, vaksinasi pada guru di Kota Kediri juga masih belum 100 persen. Saat ini, vaksinasi pada guru, mulai taman kanak-kanak hingga jenjang sekolah di atasnya, masih sekitar 90 persen. Sementara diketahui terdapat sekitar 6.000 guru di Kota Kediri yang terdata ikut vaksinasi, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Untuk anak-anak atau pelajar, Fauzan juga mengaku belum mengetahui apakah akan segera dilakukan vaksinasi Covid-19 atau tidak, karena petunjuk dari pusat vaksinasi dilakukan pada mereka yang usianya di atas 17 tahun. Untuk anak-anak di tingkat SMA kemungkinan akan dipertimbangkan dengan menunggu petunjuk dari pusat.

“Masih 90 persen (vaksinasi Covid-19,red). Tinggal sedikit. Kalau anak-anak kan belum masuk sasaran vaksin, karena vaksin untuk 17 tahun ke atas. Mungkin SMA akan dipertimbangkan vaksinasi, tapi tetap menunggu kebijakan pusat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Kediri sudah merencanakan untuk uji coba sekolah tatap muka dengan menggelar kegiatan Pondok Ramadan. Anak-anak, baik di SD dan SMP, secara bergiliran atau dibagi shift masuk sekolah dengan durasi selama tiga jam.

Dalam rencananya, sekolah juga harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Anak-anak dan guru harus mengenakan masker dan selalu mencuci tangan. Namun hingga kini uji coba belum bisa dilakukan karena menunggu kebijakan dari kepala daerah.(*/kur)



Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)

Related posts

Leave a Comment