Raih Banyak Prestasi Saat Jadi Pemain, Kini Latih Sepak Takraw Putri Jatim

ADAKITANEWS, Blitar – Sebuah prestasi tidak bisa didapatkan tanpa perjuangan yang panjang. Namun prestasi yang telah didapat, bisa menentukan masa depan seseorang. Seperti perjalanan karier Darul Khoiri, lelaki yang saat ini menginjak usia 38 tahun asal Dusun Gambar RT 1/RW 2 Desa/ Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar yang telah menuai hasil dari prestasi yang didapatkannya saat masih muda. Kini, dirinya telah menjadi pelatih sepak takraw putri tingkat Jawa Timur.

=========

Darul, sapaan akrabnya, tidak serta merta langsung bisa menjadi seorang pelatih. Namun dia memulainya dari nol, artinya sejak kecil Darul memang sudah menjadi pemain sepak takraw. Ditemui di rumahnya, Darul mengaku sudah sering mengikuti kejuaraan sepak takraw dan meraih banyak prestasi.

“Pak Suwardi, seorang guru SD yang paling berjasa bagi saya. Dia yang mengajari saya bermain sepak takraw, hingga saat ini saya bisa merasakan hasil dari jerih payah prestasi yang telah saya capai,” ungkap Darul dengan wajah berkaca-kaca terharu.

Setelah lulus dari SD, di SMP pun Darul terus mendalami olahraga sepak takraw ini. Hasilnya, saat itu dia masuk salah satu pemain yang dipantau oleh Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Blitar untuk mewakili kejuaraan tingkat sekolah se-Jawa Timur.

“Setelah lulus SMP, saya melanjutkan sekolah di SMA Islam Kota Blitar pada tahun 1996. Dari situ, saya mulai mengikuti kejuaraan pertama Popda 1 di Jember. Alhamdulillah saat itu saya juara 1. Selang setahun, saya masuk tim sepak takraw junior Jatim dan mewakili Jawa Timur di berbagai kejuaraan,” papar lelaki yang mempunyai 2 anak ini.

Saat lulus SMK, pada tahun 1999 dia mengikuti Pra PON dan masuk sebagai pemain PON tahun 2000 dan 2004. Setelah itu, Darul menikah dan membina rumah tangga. Namun ternyata darah yang mengalir di tubuh Darul sudah identik dengan olahraga sepak takraw. Melihat ada banyak sekali potensi yang bisa digali di daerahnya, akhirnya Darul memutuskan untuk mencari bibit-bibit muda pemain sepak takraw.

Baru di tahun 2007, Darul mempunyai kesempatan untuk melatih sepak takraw putri di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Kota Blitar. Hasilnya, tim yang diasuhnya berhasil prestasi juara 1 pada Kejuaraan Daerah (Kejurda). “Setelah itu, saya ditarik untuk melatih sepak takraw putri di kejuaraan Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) dan berhasil dapat 2 perak,” jelas Darul.

Kemudian setelah berhasil membawa tim sepak takraw putri Kota Blitar menjuarai Kejurda di Mojokerto tahun 2011, Darul direkrut PSTI Pemprov Jatim sebagai pelatih sepak takraw putri di Puslada Jatim untuk persiapan kejuaraan PON 2012 di Riau.

Akhirnya kepercayaan yang diberikan kepadanya itu, dibayar dengan prestasi yang cukup membanggakan. Karena pada kejuaraan PON Riau, tim sepak takraw putri Jawa Timur yang diasuhnya meraih 3 medali emas dan 1 perunggu dari 4 kategori yang dilombakan.

“Alhamdulillah hingga saat ini saya masih dipercaya menjadi pelatih sepak takraw putri Jawa Timur. Saat ini saya sedang mempersiapkan tim di Sidoarjo untuk mengikuti kejuaraan PON pada tahun 2020 di Papua,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Darul Khoiri, Pelatih Sepak Takraw Putri Jawa Timur (kanan).(ist)

Related posts

Leave a Comment