PWI Kediri Minta Polisi dan Denpom Tindak Oknum yang Aniaya Wartawan

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Aksi penganiayaan terhadap jurnalis di Jember saat melakukan kegiatan peliputan, menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri. Organisasi profesi ini pun akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap, yang mengutuk aksi tidak terpuji tersebut.

Dalam pernyataannya, PWI Kediri menegaskan bahwa aksi penganiayaan terhadap wartawan yang dilakukan di negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan supremasi hukum, adalah tindakan yang tidak terpuji dan melawan undang-undang.

“Aksi penganiayaan yang menimpa wartawan beritajatim.com, Oryza Ardiansyah saat menjalankan tugas peliputan pertandingan sepakbola di Kabupaten Jember oleh siapapun, melanggar pasal 18, undang-undang nomor 40 tahun 1999,” kata Ketua PWI Kediri, Mega Wulandari, Kamis (05/07).

Dari video yang beredar, penganiayaan terhadap Oryza Ardiansyah juga terlihat dilakukan oleh oknum aparat. Keterlibatan aparat keamanan dalam aksi kekerasan yang seharusnya mengayomi insan pers dalam menjalankan tugas itu, lanjut Mega, adalah bukti gagalnya pembinaan institusi yang bersangkutan terhadap anggotanya, tentang aturan perundang-undangan dan prosedur pengamanan yang dibuatnya sendiri.

“Hal itu menunjukkkan rendahnya tingkat profesionalisme institusi yang bersangkutan. Tindakan oknum yang bersangkutan merupakan perilaku amoral sebagai aparat keamanan, sebab oknum yang bersangkutan, seharusnya mendapatkan latihan disiplin dan taat aturan,” tandasnya.

Atas terjadinya peristiwa itu, PWI Kediri menyatakan mengutuk keras tindak penganiayaan terhadap Oryza Ardiansyah, wartawan beritajatim.com saat melakukan peliputan pertandingan sepakbola di Jember. Kedua, meminta pihak aparat penegak hukum yakni pihak Kepolisian dan Sub Denpom V/3-2 untuk mengusut dan menindak tegas terhadap pelaku kekerasan.

PWI Kediri juga mendesak institusi keamanan yang anggotanya terlibat dalam aksi kekerasan, bertanggungjawab terhadap aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya. Serta, meminta pihak keamanan yang anggotanya terlibat aksi kekerasan, meminta maaf secara resmi.

Sekadar diketahui, seperti yang dilansir dari berbagai media, aksi penganiayaan terhadap Oryza Ardiansya, terjadi saat yang bersangkutan tengah melakukan peliputan pertandingan sepakbola antara Dharaka Sindo melawan Persid Jember, di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Rabu (04/07) kemarin.

Penganiayaan tersebut terjadi saat Oryza hendak mengambil foto sejumlah pemain Dharaka Sindo, yang tengah memprotes keputusan wasit.

Pengakuan Oryza, saat ia tengah mengambil gambar tiba-tiba ada seseorang yang mendekatinya dan langsung merangkul serta merampas ponsel miliknya. Orang tersebut juga berteriak dan melarang Oryza untuk mengambil gambar.

Kemudian tanpa disadari Oryza, sejumlah pemain Dharaka Sindo yang semula sedang memprotes keputusan wasit, mendekati Oryza dan langsung melayangkan tendangan serta pukulan.

Atas peristiwa itu, Oryza pun akhirnya terpaksa mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Jember Klinik. Ia juga telah melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Jember.(*/kur)

Keterangan gambar: Adegan pemukulan wartawan beritajatim.com yang sempat terekam kamera.(ist)

Related posts

Leave a Comment