Peternak Ayam di Blitar Dapat Bantuan 400 Ton Jagung

ADAKITANEWS, Blitar – Peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar mendapat bantuan jagung dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 400 ton. Bantuan jagung itu, tiba di Kantor Pemkab Blitar dan diangkut dengan 6 unit truk fuso, Jumat (09/11) sekitar pukul 11.00 WIB.

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, sebenarnya semua pihak sudah berusaha mencari solusi, termasuk dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang anggotanya dari lintas sektor. Yakni jajaran Pemda, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, serta Bank Indonesia. Namun belum memperoleh hasil yang maksimal.

“Akhirnya kita mendesak Pemerintah Pusat untuk mencari solusi kelangkaan jagung. Nah, setelah Pemerintah Pusat melakukan rapat, akhirnya disepakati impor jagung 100 ribu ton. Namun, pendistribusiannya bisa dilakukan secara bertahap,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, mengingat kebutuhan pakan jagung ini sangat mendesak, akhirnya ada pinjaman jagung. Untuk kali ini Kabupaten Blitar menerima bantuan 400 ton.

Menurutnya, ini merupakan penyelesaian jangka pendek. Namun mengingat keberadaan jagung untuk pakan ternak sangat dibutuhkan, maka harus segera dicari solusi jangka panjang. “Kita akan berupaya melakukan kerjasama dengan Perhutani untuk menggalakkan tanaman jagung di kawasan Tumpangsari. Ini membutuhkan komunikasi karena wilayah Tumpangsari saat ini mayoritas bukan tanaman jagung. Selain itu, kita juga akan memperkuat Bumdes, termasuk koperasi ayam petelur,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sugiono mengatakan, untuk tahap awal ini pihaknya memberikan bantuan 1.500 ton jagung yang diperuntukkan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Untuk Jawa Timur totalnya mendapat 500 ton, dan Kabupaten Blitar mendapat 400 ton. “Jadi ini pinjam jagung dulu, yang nantinya akan dibayar dengan jagung juga. Karena kita kan akan impor jagung 100 ribu ton. Tapi intinya, dengan pemberian bantun ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap petani peternak ayam petelur,” ujarnya.

Sugiono berharap, kejadian kelangkaan jagung tidak terulang kembali. Dimana Blitar sebagai sentra peternak ayam terbesar se-Indonesia yang dapat memproduksi telur luar biasa harus terkendala dengan pakan ayam, yaitu jagung. Selain itu, kedepan harapannya di Blitar bisa membangun gudang-gudang jagung, sehingga saat kondisi jagung turun dan harganya tinggi maka mempunyai stok jagung.

“Kita berharap bantuan ini bisa meringankan beban petani peternak ayam. Jadi bantuan ini tidak akan berhenti disini, tetapi akan terus berlanjut,” imbuhnya.

Sukarman, satu diantara peternak ayam mengatakan, dengan adanya bantuan pakan jagung ini dipastikan dapat mengatasi permasalahan peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar. Untuk pembagiannya akan dikoordinir di korlap masing-masing.

“Harganya belum ditentukan, karena masih perlu pengkajian, mulai dari harga jagung sendiri sampai biaya pengiriman sampai tempat tujuan. Namun yang jelas, harganya pasti lebih murah,” ungkapnya.(fat/wir)

Related posts

Leave a Comment