Petani Lamongan Tak Perlu Khawatir Soal La Nina

ADAKITANEWS, Lamongan – Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Catur Hermanto mengingatkan fenomena anomali iklim La Nina pada petani Lamongan. Hal tersebut disampaikannya saat Temu Wicara Kontak Tani Tingkat Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra, Kamis (26/11).

“Anomali iklim La Nina berdampak pada musim di Jawa Timur. Awal musim hujan tahun 2020/2021 diperkirakan awal November namun telah dijumpai banyak hujan menjelang masuk musim hujan. Curah hujan di atas normal dengan intensitas yang tinggi dan deret hujan yang lebih panjang akan berpotensi bencana hidrometeorologi,” ungkap Catur Hermanto.

Tak perlu khawatir, Catur Hermanto merekomendasikan gerakan panen air hujan lebih dini dan penyesuaian Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) dan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) dengan merujuk kondisi musim hujan. Catur Hermanto dalam kesempatan yang sama juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lamongan atas perhatiannya yang sangat besar terhadap bidang pertanian.

“Lamongan ini luar biasa, perhatiannya pada bidang pertanian sangatlah besar. Produktivitas padi nasional saja baru 5,35 ton per hektaree, di Lamongan sudah 7,57 ton per hektare apalagi jagungnya yang sudah mencapai lebih dari 9 ton per hectare,” tutur Catur Hendrawan.

Acara Temu Wicara yang mengambil tema Kostratani (Komando strategis pembangunan pertanian kecamatan) tonggak kebangkitan petani yang maju, mandiri, modern untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional ini juga mendatangkan narasumber dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Tata Sukmana.

Tata Sukmana menyebutkan bahwa peran kostratani sangatlah penting yakni sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. Hal tersebut dilaksanakan guna penguatan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) berbasis informasi dan teknologi (IT).

“Di Kabupaten Lamongan terdapat lima BPP kostratani yang sudah mendapat bantuan IT yakni Kembangbahu, Babat, Laren, Modo, Sugio. Selanjutnya 22 BPP Kostratani disusulkan untuk mendapat bantuan peralatan IT,” ungkap Tata Sukmana.

Sementara itu Bupati Lamongan, Fadeli yang hadir membuka acara tersebut mengungkapkan bahwa ini adalah momentum yang baik di tengah pandemi. Menurutnya bidang pertanian, peternakan dan perikananlah yang tidak terpengaruh cukup besar akibat Covid 19.

“PDRB Kabupaten Lamongan masih didominasi oleh sektor pertanian. Ini berdampak baik di masa pandemi seperti ini. Apalagi sebelumnya kita telah berusaha meningkatkan produksi tanaman pangan yakni padi dan jagung yang produktivitasnya di atas rata-rata nasional,” jelasnya.

Namun, sambung Fadeli, melalui acara ini ia mengajak kepada seluruh petani untuk meningkatkan wawasan serta meningkatkan kemampuan berorganisasi serta kelembagaan sehingga dapat melakukan berbagai inovasi di bidang pertanian.

Pada Temu Wicara Kontak Tani yang dihadiri oleh 150 kelompok tani se-Kabupaten Lamongan tersebut juga diberikan bantuan yang langsung disampaikan oleh Bupati Fadeli kepada Kelompok Tani berupa alat pasca panen dan power treser multiguna, asuransi usaha tani padi (AUTP) yang difasilitasi oleh PT Jasindo, benih jagung, alat perajang tembakau dan kendaraan bermotor roda tiga.(prap)

Keterangan gambar : Temu Wicara Kontak Tani Tingkat Kabupaten Lamongan.(ist)

Related posts

Leave a Comment