Penyerapan Tenaga Kerja Belum Optimal, Bupati Minta JMF Digelar Tiap Bulan

ADAKITANEWS, Lamongan – Bupati Lamongan, Fadeli menghendaki agar kegiatan Job Market Fair (JMF) ke depannya harus dilakukan tiap bulan.

Hal itu diungkapkan Fadeli setelah mengunjungi beberapa stan perusahaan sebelum akhirnya membuka acara JMF di halaman Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Rabu (27/04). “Penyerapan tenaga kerja belum optimal. Karena itu job market fair bisa dilakukan tiap bulan. Teknisnya tidak harus terbuka seperti saat ini. Bisa melalui media daring, tentunya hal ini menuju Industri 4.0,“ ujar Fadeli.

Di sisi lain, Fadeli berharap komunikasi antara perusahaan, pencari kerja, dan Dinas Tenaga Kerja harus terjalin baik. Sehingga dapat melaporkan setiap bulan, kebutuhan tenaga kerja mereka, sebagai feed back perusahaan kepada Pemkab Lamongan.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Hamdani Ashari mengaku hingga saat ini persoalan penyerapan tenaga kerja memang masih merupakan pekerjaan rumah bagi Pemkab Lamongan. Salah satunya untuk meningkatkan mental sumber daya manusia pencari kerja yang kerap dikeluhkan oleh pelaku industri lantaran bisa mempengaruhi etos kerja.

“Pekerjaan rumah pemerintah saat ini adalah bagaimana mengupgrade etos kerja yang lemah, yang dikeluhkan perusahaan. Solusinya, kami akan menyelenggarakan banyak pelatihan-pelatihan di Disnaker,” kata Hamdani.

Hamdani Ashari juga memaparkan penurunan tingkat pengangguran terbuka di Lamongan. Yakni ada penurunan sebesar 3,17 persen dari jumlah 26.300 orang pada tahun 2017, menjadi 20.152 di tahun 2018. Jumlah lowongan pekerjaan yang ditawarkan dalam JMF tersebut sebanyak 2.499. Terdiri dari 1.138 untuk laki-laki dan perempuan sebanyak 1.361.

“Sementara yang turut serta dalam JMF kali ini sebanyak 40 perusahaan. Dari Lamongan saja sebanyak 19 perusahaan, sedangkan dari Surabaya dan Sidoarjo masing-masing sebanyak 6 perusahaan, dan dari Gresik sebanyak 7 perusahaan, Jombang ada 1 perusahaan dan 1 lagi dari Rembang Jawa Tengah,” urainya.

Dijelaskannya, perusahaan tersebut bergerak di bidang perbankan, produksi bahan bangunan, produksi makanan ringan dan minuman, produksi kran air, hotel, wisata, optik, pergudangan, pertokoan/swalayan.

“Sedangkan kualifikasi pendidikan yang dicari untuk SD sebanyak 100 orang, SMP sebanyak 902 orang, SMA sederajat 1.285 orang, Diploma sebanyak 141 orang dan Sarjana sebanyak 71 orang,” bebernya.

Perlu diketahui JMF Lamongan rencananya akan diselenggarakan lagi pada bulan Oktober 2019. Selain itu ada bursa kerja mini di bulan Juni 2019.(ng1)

Keterangan gambar: Bupati Lamongan, Fadeli saat mengunjungi salah stand JMF Lamongan.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment