Nelayan Pantai Popoh Libur Melaut

ADAKITANEWS, Tulungagung – Dalam sepekan terakhir, ratusan nelayan di Pantai Popoh, Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung menghentikan aktivitas melaut. Kondisi ini akibat tingginya gelombang di yang membuat nelayan tidak berani melaut.

Sukri, salah satu nelayan setempat mengatakan, gelombang di pantai selatan Pulau Jawa tersebut mencapai ketinggian 2 hingga 6 meter. Hal itu membuat dia dan nelayan lainnya tak berani melaut. “Yang kita lakukan sekarang cuma bisa memperbaiki jaring dan perahu, sambil menunggu kondisi normal,” kata Sukri, Sabtu (28/07).

Sukri berpendapat, daripada berangkat tidak ada hasilnya, lebih baik beraktivitas di darat agar tidak merugi. Menurutnya, banyaknya nelayan yang memutuskan tidak melaut juga mengakibatkan suasana Penyelenggaraan Pelelangan Ikan (PPI) menjadi sepi.

“Sempat nekat melaut, tapi karena kondisi gelombang membuat perahu tidak seimbang saya dan teman-teman akhirnya kembali menepi tanpa membawa hasil tangkapan apapun,” tambah Sukri.

Lanjutnya, kalau angin besar dan ombak tinggi, ikan cenderung bersembunyi di perairan dalam karena arus laut di bawah permukaan sangat deras.

Gelombang tinggi tersebut juga menyebabkan sedikitnya 9 perahu rusak, akibat berbenturan dengan perahu lainnya saat ditambatkan, bahkan ada juga yang hanyut.

Sementara menurut Kepala BPBD Tulungagung, Soeroto, cuaca buruk seperti ini merupakan siklus yang terjadi berulang setiap tahunnya. Hanya saja pada tahun ini, diikuti oleh gelombang yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kondisi ini merupakan siklus tahunan, namun tahun ini gelombangnya melebihi tahun lalu,” ujar Soeroto.

Ia pun mengimbau agar nelayan tetap waspada. Selain itu diharapkan untuk tidak melaut terlebih dahulu sebelum kondisinya normal.(bac)

Keterangan gambar : Nelayan Pantai Popoh.(foto : acta cahyono)

Related posts

Leave a Comment