Lagi, Dua Orang Penyelenggara Pemilu di Lamongan Meninggal Dunia

ADAKITANEWS, Lamongan – Dua orang penyelenggara pemilu di Lamongan meninggal dunia. Mereka adalah Sumbar, anggota PPS Desa Sukoanyar Kecamatan Turi kabupaten Lamongan dan Hadi Utomo anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tanjung Kecamatan Lamongan yang meninggal setelah kondisinya menurun pasca penghitungan dan rekapitulasi suara.

Komisioner KPU Lamongan, Fatkhur Rohman mengatakan, korban bernama Hadi Utomo, 60, beralamat di Desa Tanjung Kecamatan Lamongan, dilaporkan kondisinya sedang sakit usai pelaksanaan pemungutan dan rekapitulasi suara beberapa hari yang lalu. Saat itu Hadi Utomo hanya beristirahat di rumah dan tidak sempat dibawa ke rumah sakit.

“Sedangkan Sumbar meninggal dunia secara mendadak usai mengunci ruang penyimpanan kotak suara. Dan belum sempat dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya, Sabtu (27/04).

Fatkhur mengimbau para petugas yang masih menjalankan pekerjaan untuk selalu menjaga kesehatannya. “Kami selalu imbau untuk jaga kesehatan, kekompakan, tetap jaga independensi, integritas dan profesionalitas serta tetap semangat, jangan lupa makan dan selalu bahagia,” pesannya.

Meninggalnya sang pahlawan demokrasi di Lamongan ini menambah panjang daftar penyelenggara pemilu yang meninggal dunia.

Berdasarkan data di KPU Lamongan tercatat ada 23 penyelenggara yang kondisi kesehatanya menurun selama proses Pemilu 2019. Dari data KPU dan Bawaslukab Lamongan tercatat setidaknya 3 penyelenggara pemilu meninggal dunia, 2 orang dari PPS dan 1 orang dari PTPS. Bahkan ada beberapa wanita keguguran saat bertugas.(ng1)

Keterangan gambar: Petugas PPK saat melakukan rekapitulasi.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment