KPU RI dan KPU Tulungagung Berbeda Soal Dasar Penghitungan Surat Suara Cadangan

ADAKITANEWS, Tulungagung – Jumlah surat suara untuk Pemilu 2019 yang berada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung, ternyata masih kurang.

Komisioner KPU Tulungagung, Mustofa mengakui, kekurangan itu bukan hanya untuk surat suara DPD dan Pilpres yang memang masih belum dikirim dari percetakan. Tetapi juga untuk surat suara yang telah diterima KPU Tulungagung untuk pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten yang saat ini dalam proses pelipatan dan sortir.

“Surat suara yang diterima KPU Tulungagung masih kurang. Untuk DPD dan Pilpres memang belum dikirim. Demikian juga untuk surat suara yang telah kita terima masih kurang 5.247 lembar,” kata Komisioner KPU Tulungagung, Mustofa, Rabu (13/02).

Mustofa memerinci, untuk surat suara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, masing-masing kurang 1.749 surat suara. Kekurangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan cara penghitungan antara pihak KPU RI dengan KPU Tulungagung. Yaitu tambahan 2 persen surat suara cadangan dari jumlah total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Tulungagung.

Lanjut Mustofa, dalam hal ini, KPU RI menghitung surat suara cadangan sebanyak 2 persen dari jumlah total DPT Kabupaten Tulungagung, sebanyak 852.270 pemilih. Sementara, KPU Tulungagung menghitung tambahan 2 persen surat suara cadangan itu dari DPT masing-masing TPS.

Rinciannya untuk Dapil I menerima sebanyak 167.098 lembar. Seharusnya 167.484 atau mengalami kekurangan sebanyak 386 lembar. Untuk Dapil II dikirim sebanyak 187.076 lembar, sementara surat suara yang dibutuhkan sekitar 187.435 lembar, atau mengalami kekurangan sebanyak 359 lembar.

Dapil III menerima sebanyak 166.806 lembar, dengan surat suara yang dibutuhkan sekitar 167.143 lembar, atau mengalami kekurangan sebanyak 337 lembar. Di Dapil IV menerima sebanyak 159.815 lembar, dengan surat suara yang dibutuhkan 160.109 lembar atau mengalami kekurangan sekitar 294 lembar.

Sementara itu di Dapil V menerima sebanyak 188.829 lembar, dengan surat suara yang dibutuhkan sekitar 189.200 lembar atau mengalami kekurangan sebanyak 371 lembar.

“Ada perbedaan dasar penghitungan. Kalau KPU RI, menghitung dari jumlah DPT yang ada dimasing-masing Kabupaten. Sementara, kita berdasar DPT di TPS,” ujarnya.

Mustofa memperkirakan kekurangan tersebut dalam waktu dekat akan segera dipenuhi, karena saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPU RI.(bac)

Keterangan gambar : Mustofa, Komisioner KPU Tulungagung.(dok. Tim Adakitanews)

Related posts

Leave a Comment