KPAI Ikut Awasi Kasus Pencabulan 25 Siswi di Jombang

ADAKITANEWS, Jombang – Kasus pelecehan seksual yang menimpa 25 siswi SMP Negeri 6 Kabupaten Jombang yang dilakukan oleh seorang oknum guru, mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti mengaku bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk ikut mengawasi penanganan kasus tersebut. KPAI juga terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten setempat mengenai penanganan dari korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru Bahasa Indonesia dari SMP Negeri 6 Jombang tersebut.

“Pihak-pihak terkait bersama-sama melakukan pemulihan terhadap korban tanpa biaya,” ujar Retno Listyarti kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke SMP Negeri 6 Jombang, Senin (26/02).

Retno Listyarti juga mengapresiasi pihak Polres Jombang dalam proses penyidikan dan penanganan kasus tersebut. “Kepolisian juga kami apresiasi, BAP bahkan sudah siap untuk P21 (lengkap), terduga pelaku sudah ditahan,” tandasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi mengatakan bahwa dari 25 siswi yang menjadi korban kelakuan bejat oknum guru berinisial ME, terdapat 1 korban yang dilakukan dengan cara berhubungan badan dan 24 korban lainnya dilakukan di luar persetubuhan. “Motifnya mencari kesenangan dengan modus melakukan rukyah,” ungkap AKP Gatot Setyo Budi saat melakukan pers rilis di gedung Shabara lantai dua, Senin (26/02) siang.

Untuk mempertanggungjawabkan aksi bejat pelaku, Polres Jombang menjerat ME dengan Pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 dan UU Nomor 80 untuk tindakan pencabulan dengan persetubuhan. “Tersangka kita ancam dengan hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkas AKP Gatot Setyo Budi.(ar)

Keterangan gambar: Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti saat berkunjung ke SMP Negeri 6 Jombang.(foto:adi rosul)

Related posts

Leave a Comment