Korban Lion Air JT610, Jannatun Cintya Dewi dapat Penghargaan Anumerta dari Kementerian

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Tanjung Kerawang Jawa Barat, Senin (29/10) pagi, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga almarhumah Jannatun Cintya Dewi, 24, warga Dusun Prumpon RT 1/RW 1 Desa Suruh Kecamatam Sukodono Kabupaten Sidoarjo.

Jannatun Cintya Dewi merupakan Staf Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), dan merupakan anak pertama dari pasangan Bambang Supriyadi, 48, dengan Surtiyem, 45.

Sejak mendapat kabar dari media bahwa pesawat yang ditumpangi anaknya terjatuh, pihak keluarga sontak dan terus mencari informasi terkini tentang keadaan putrinya. Bahkan, bapak dan ibu korban juga langsung berangkat ke Jakarta untuk mencari kepastian kabar tersebut.

Jenazah Jannatun tiba di rumah duka dengan sebuah mobil ambulans pada Kamis (01/10) sekitar pukul 07.30 WIB. Ratusan warga pun, menyambut kedatangan jenazah gadis lulusan sarjana teknik kimia di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) itu.

Jenazah tiba di rumah duka dengan didampingi Surtiyem, ibu korban. Ketika baru turun dari ambulans, ibu korban bahkan sempat pingsan lantaran tak kuasa menahan kesedihan. “Usia tidak ada yang tahu. Dia (korban,red) anaknya baik. Ya saya ikut sedih,” ucap salah satu petakziah yang merupakan tetangga dekat korban kepada Tim Adakitanews.

Jenazah korban diketahui sempat disemayamkan di rumah duka sekitar 15 menit sebelumnya akhirnya dibawa ke Masjid Al-Hidayah Desa Suruh yang terletak tidak jauh dari rumah duka untuk disalati. Pasca disalati, jenazah kemudian langsung dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Dusun Prumpon Desa Suruh.

Semasa hidup almarhumah diketahui merupakan anak yang cerdas. Ia bahkan mampu menyelelesaikan pendidikan akselerasi selama 2 tahun di SMA Negeri 1 Sidoarjo, dan sering menerima beasiswa. Setelah menyelesaikan kuliah dengan nilai tertinggi, Jannatun juga sempat bekerja di salah satu bank di Jakarta, hingga kemudian bekerja sebagai staf di Kementerian ESDM.

“Semasa di SMA kakak nilainya bagus dan masa belajarnya bisa ditempuh dalam waktu dua tahun. Saat kuliah di ITS juga IPK-nya tinggi dan nilainya cumlaude,” pungkasnya Nadzir, adik korban.

Usai prosesi penguburan jenazah, perwakilan dari Kementerian ESDM, Mukti Winarto mengatakan bahwa Jannatun Cintya Dewi juga diberikan penghargaan anumerta dari Kementerian ESDM. Yakni mendapat jabatan lebih tinggi dari sebelumnya, dari Penata Muda III A menjadi Penata Muda III B, dan merupakan staf analis kegiatan Usaha hilir Migas, Ditjen Migas, Kementerian ESDM.

“Jannatun naik pangkat dari Penata Muda III A menjadi Penata Muda III B,” kata Mukti Winarto.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Juli Rahwati, yang juga terlihat hadir di lokasi mengaku turut berduka atas kepergian korban. Menurutnya, Jannatun tergolong anak pendiam dan cerdas. “Kami mewakili Pak Menteri bersama teman-teman hadir di sini, alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar,” kata Juli singkat.(sid3)

Keterangan gambar : Suasana pemakaman Jannatun Cintya Dewi yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610. (bawah) Foto korban semasa hidup.(foto: andri santoso/ist)

Related posts

Leave a Comment