Kemenag Blitar Terus Ingatkan Etika Gunakan Pengeras Suara

ADAKITANEWS, Blitar – Adanya instruksi Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama terkait penggunaan pengeras suara, ternyata menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat.

Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi mengatakan, penggunaan pengeras suara sebagai sarana untuk menyebarluaskan informasi, baik adzan atau kegiatan yang lain dan harus disyiarkan, memang bertujuan agar lebih diketahui oleh masyarakat.

Jamil menjelaskan, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama sudah mengeluarkan Surat Edaran nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018 tentang Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor KEP/D/101/1978 mengenai Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musala.

“Jadi di dalam aturan itu berisi panduan tentang etika penggunaan pengeras suara. Sehingga, kita sendiri juga sudah memberikan sosialisasi di beberapa sektor, seperti MUI, Ormas Islam di Kabupaten Blitar, KUA, dan juga lembaga pendidikan untuk bijak dalam menggunakan pengeras suara,” jelas Jamil saat dihubungi melalui telepon, Kamis (13/09).

Dalam instruksi tersebut, lanjut Jamil, juga dijelaskan mengenai syarat penggunaan pengeras suara, seperti penggunaan pengeras suara speaker luar yang digunakan untuk adzan.

Selain itu, tarqim salat subuh diberi waktu 10 menit. “Untuk tartil bisa menggunakan speaker dalam, kecuali pada kegiatan tertentu. Tapi prinsipnya masyarakat bisa menggunakan pengeras suara suara secara bijaksana,” jelasnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Jamil Mashadi, Humas Kemenag Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment