Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe Tak Bisa Ikut Naikkan Harga Tempe

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Naiknya harga kedelai cukup dirasakan oleh produsen tempe, salah satunya yang ada di kawasan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Meski demikian, pengusaha tempe justru tidak mampu ikut menaikkan harga tempe buatannya.

Hal itu dirasakan Suwiliyat, 29, salah satu pengusaha tempe rumahan di Desa Wonokasian RT 2/RW 1. Pria yang sudah menjalankan bisnis tempe sejak masih duduk di bangku kuliah ini mengaku, naiknya harga kedelai dari suplayer memang dirasakan sejak tiga bulan yang lalu.

Mulai awal bulan Juli lalu, Suwiliyat mengaku bahwa harga kedelai sudah naik antara Rp 100 hingga Rp 150 per kilogramnya. “Memang naik sejak hampir tiga bulan yang lalu, sudah mulai merangkak naik. Tapi naiknya bertahap hingga sekarang mencapai Rp 7.600 per kilogram. Itu untuk kedelai yang saya pakai jenis SGR, ” katanya kepada Tim Adakitanews, Kamis (13/09).

Suwiliyat mengatakan, naiknya harga kedelai memang cukup meresahkan bagi dirinya selaku pengusaha tempe rumahan. Dan untuk menyiasati tingginya harga bahan baku, dia mengaku terpaksa mengurangi takaran terhadap kemasan tempenya.

“Kalau dinaikkan harga tempenya pelanggan saya yang ngambek. Selain ngambek tidak mau ambil banyak ada juga pelanggan yang komplain,” ungkap Suwiliyat

Untuk menyiasatinya, Suwillyat yang biasa melayani pedagang yang ada di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo ini terpaksa mengurangi takarannya, namun dengan harga tetap yakni Rp 2 ribu per bungkus.

Dari yang biasanya tempe berisi 160 gram kedelai olahan, kini terpaksa dikurangi menjadi 130 gram per bungkus. “Terpaksa mengurangi takarannya tapi harga tetap Rp 2 ribu per bungkus. Kalau tidak seperti itu, saya rugi. Tapi semua pelanggan saya sudah saya beri tahu kalau takarannya saya kurangi,” keluhnya.

Suwilliyat yang setiap hari mampu menghabiskan 150 kilogram kedelai tersebut, kini masih bisa mempekerjakan 7 orang karyawan untuk membantu mengelola usaha tempenya. Dua orang membantu mengolah kedelai, dua orang mengemas, dan tiga orang lainnya membantu berjualan mengirim ke pasar-pasar.

“Saya berharap pemerintah bisa mencari solusi agar harga kedelai tidak sampai terlalu lama naiknya dan bisa normal lagi,” harapnya.(sid3)

Keterangan gambar : Suwiliyat, pengusaha tempe asal Kecamatan Wonoayu Sidoarjo sedang mengiris tempe yang sudah dikemas.(foto: andri santoso)

Related posts

Leave a Comment