Harga Garam dari Petani Sidoarjo Terendah

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Harga garam krasak dari petani di Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan signifikan. Bahkan kali ini termasuk yang terendah di penghujung musim kemarau.

Saat ini harga garam di tingkat petani berkisar antara Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per karung. Padahal, harga garam krasak pada musim panen tahun lalu, bisa mencapai kisaran hingga Rp 250 ribu per karung, dengan berat per karungnya antara 50 hingga 55 kilogram.

Abdul Aziz, 71, salah satu pengusaha yang juga petani garam di Desa Tambak Cemandi Kecamatan Sedati Sidoarjo mengatakan, saat ini memang mendekati musim puncak panen garam. Dan dalam tujuh hari atau delapan hari kedepan, biasanya para petani sudah mulai disibukkan dengan aktivitas memanen garam. “Saat ini memang harganya mencapai harga termurah di musim panen tahun ini,” ungkap Abah Aziz panggilan akrabnya kepada wartawan, Senin (05/11).

Abah Aziz mengatakan, saat ini ia memiliki lahan tambak garam dengan total 37 hektare. Rinciannya, 15 hektare milik pribadi dan 22 hektare lahan sewa, dengan pekerja sekitar 150 tenaga kerja. Sementara untuk setiap hektarenya, mampu menghasilkan garam 2.000 hingga 2.500 sak garam.

“Kami menjual garam ini ke pabrik-pabrik di wilayah Sidoarjo dan juga luar Sidoarjo, tengkulak dan luar kota seperti Jawa Tengah. Kalau dari petani per sak seharga Rp 55 ribu, saya jualnya ke tengkulak Rp 60 ribu,” jelas Aziz.

Anjloknya harga garam tersebut, membuat beberapa petani hanya pasrah. Karena menurutnya, hal seperti ini sudah biasa terjadi saat hasil panen melimpah.

Sementara itu Sunaryo, 65, pekerja pembuat garam asal Kalianget Sumenep yang sudah 28 tahun menekuni pekerjaan tersebut berharap, pada saat musim panen seperti ini seharusnya harga garam tidak mengalami penurunan. Tujuannya, agar para petani garam bisa menikmati hasil panen dengan senang hati.

“Kami berharap pemerintah mambantu para petani garam untuk menstabilkan harga garam. Agar para petani bisa menikmati hasilnya,” kata Sunaryo.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Tambak Cemandi, Ahmad mengatakan, di wilayahnya tidak semua tambak bisa dijadikan tambak garam. Sebagian diantaranya, tetap dijadikan tempat untuk budidaya ikan. “Beberapa petak tambak untuk garam, sebagian untuk ikan. Kalau yang tak bisa dibuat garam tetap dijadikan budidaya ikan. Di wilayah Kecamatan Sedati ini ada tiga desa yang memiliki tambak garam yakni Desa Banjar Kemuning, Kalang Anyar, Tambak Cemandi,” terang Ahmad.(sid3)

Keterangan gambar : Buruh tani garam di Desa Tambak Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo sedang memanen garam.(foto : andri santoso)

Related posts

Leave a Comment