Geledah Rumah Dinas Walikota Blitar Selama 4 Jam, KPK Datangkan Tukang Kunci

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Sekitar pukul 13.30 WIB Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah rumah dinas Walikota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi, Selasa (04/09). Ada 4 petugas dari KPK terlihat melakukan penggeledahan tersebut. Proses penggeledahan KPK di rumah dinas Walikota mendapat pengawalan langsung dari Polres Blitar Kota.

Pantauan di lokasi, petugas KPK selesai melakukan aktivitasnya di rumah dinas sekitar pukul 17.30 WIB. Terlihat, saat penggeledahan penyidik KPK sempat membawa koper ke rumah dinas dari mobil. Kemudian selesai penggeledahan, KPK membawa koper masuk kembali ke dalam mobil.

Dikonfirmasi terkait aktivitas KPK, Kabid Ketertiban Umum dan Pelayanan Masyarakat Satpol PP Kota Blitar, Adam Bachtiar mengaku tidak tahu menahu. Karena dirinya tidak ikut masuk ke dalam rumah dinas. “Iya tadi ada petugas KPK berjumlah 4 orang. Tetapi saya tidak tahu apa yang dikerjakan,” kata Adam.

Saat ditanya mengenai tukang kunci yang masuk kedalam rumah dinas, Adam membenarkan hal tersebut. Tetapi dirinya enggan memberitahukan tujuan KPK memanggil tukang kunci tersebut. “Saya tidak tahu untuk apa tukang kunci kesini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar mengaku, memang ada permintaan bantuan pengamanan terbuka terkait aktivitas KPK di Kota Blitar. Tetapi, AKBP Adewira tidak tahu dimana saja aktivitas KPK di Kota Blitar.

“Ada permintaan bantuan pengamanan dari KPK hari ini. Ada empat personel yang kami terjunkan untuk membantu pengamanan. Kalau aktivitasnya apa saja, langsung KPK yang tahu,” ujar Kapolres.

Untuk diketahui, penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah dinas Walikota Blitar ini sudah yang keempat kalinya setelah penetapan tersangka Wali Kota Blitar nonaktif M Samanhudi Anwar terkait kasus dugaan suap. Penyidik KPK masih mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus itu.

KPK menetapkan Walikota Blitar nonaktif M Samanhudi Anwar terkait kasus dugaan suap. Samanhudi Anwar diduga menerima suap dari pengusaha kontraktor, Susilo Prabowo. Uang suap itu terkait proyek pembangunan gedung baru SMPN 3 Kota Blitar.(fat)

Keterangan gambar: Suasana penggeledahan KPK dirumah dinas Walikota Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment