Dugaan Keracunan Massal Nasi Kotak, Polisi Tunggu Hasil Penelitian

ADAKITANEWS, Nganjuk – Jumlah korban dugaan keracunan massal nasi kotak dalam acara hajatan di rumah salah satu warga Dusun Sumberbendo Desa/Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk selama 3 hari terus bertambah. Yakni dengan total 156 korban, dari undangan yang disebar dalam acara hajatan sebanyak 150 orang.

Hal ini dikatakan oleh Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Winarta saat menggelar pers rilis di Mapolres Nganjuk, Minggu (09/12) malam. “Total korban dugaan keracunan hari ini mengalami penambahan selama tiga hari. Rawat inap sebanyak 106 orang, rawat jalan 50 orang. Jadi total korban yang mengalami dugaan keracunan nasi kotak sebanyak 156 orang,” ungkapnya.

AKBP Dewa Nyoman Nanta Winarta menjelaskan, jumlah korban yang mendapatkan perawatan inap dianataranya di Puskesmas Ngetos 3 orang, Puskesmas Berbek 3 orang, RSUD Nganjuk 66 orang, RS Bhayangkara Nganjuk 25 orang, RSI Nganjuk 7 orang, serta posko terpadu sebanyak 2 orang.

“Dari data korban yang mendapatkan rawat inap dan dinyatakan boleh pulang sebanyak 32 orang. Diantaranya dari Puskesmas Ngetos 2 orang, Puskesmas Berbek 1 orang, RS Bhayangkara 23 orang, posko terpadu 1 orang dan dari RSUD Nganjuk 4 orang serta dari RSI Nganjuk 1 orang,” bebernya.

Dari 32 orang yang boleh pulang, lanjut AKBP Dewa Nyoman Nanta Winarta, ada satu orang dari rumah sakit Bhayangkara dan satu orang dari posko terpadu yang harus diopname. Sedangkan korban riil yang saat ini masih mendapatkan perawatan inap atau opname, ada sebanyak tujuh puluh enam orang.

“Biaya perawatan korban keracunan masal tersebut ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, polisi mengaku masih menyelidiki dugaan keracunan massal yang menimpa warga Dusun Sumberbendo Desa/Kacamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk tersebut. Empat sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, juga telah diambil Polda Jawa Timur guna untuk penelitian. Diantaranya nasi, daging kambing, sayur daun pepaya serta sambal.

“Untuk empat sampel makanan sudah kita ambil dari hasil olahan pemilik hajatan itu. Kita masih menunggu hasil dari Polda Jatim,” pungkasnya.(ng1)

Keterangan gambar: Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Winarta saat memberi keterangan pers terkait kasus dugaan keracunan massal.(foto: suprapto)

Related posts

Leave a Comment