Dua Pejabat Pemkab Blitar Terjaring OTT

ADAKITANEWS, Blitar – Dua pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar yakni MH dan SS, yang bertugas di Kecamatan Kanigoro harus berurusan dengan polisi usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridha mengatakan, keduanya terjaring OTT atas kasus pecah tanah waris. MH merupakan seorang camat, sementara SS menjabat sebagai salah satu kasi di kantor Kecamatan Kanigoro.

AKBP Anisullah menjelaskan, dalam kasus ini keduanya meminta upah sebesar Rp 15 juta. Dalam gelar perkara yang dilakukan oleh polisi, keduanya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Keduanya sudah kita tetapkan sebagai tersangka. MH dan SS telah tertangkap tangan oleh petugas Satreskrim Polres Blitar,” kata AKBP Anisullah, Jumat (19/10).

AKBP Anisullah menuturkan, dari hasil tangkap tangan itu petugas mengamankan uang tunai Rp 15 juta dalam bentuk pecahan lima puluh ribuan. Selain itu, ada juga lampiran surat pecah tanah yang dibagi menjadi enam bagian. Kini polisi masih melakukan sejumlah pemeriksaan lain terkait aliran dana maupun aksi yang dilakukan oleh dua ASN tersebut.

“Kita akan telusuri lagi. Sekarang prosesnya sudah kita naikkan dari penyelidikan menuju penyidikan,” pungkasnya.

AKBP Anisullah menambahkan, dua ASN tersebut kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Blitar. Keduanya diduga melanggar pasal UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.(fat/wir)

Keterangan gambar: AKBP Anisullah M Ridha, Kapolres Blitar saat menunjukkan barang bukti.(ist)

Related posts

Leave a Comment