DLH Blitar Pesimis Bisa Capai Target PAD

ADAKITANEWS, Blitar – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 3 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Blitar tidak efektif. Pasalnya, memasuki semester kedua tahun ini realisasi PAD mereka masih dibawah 40 persen.

Satu diantaranya adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang hanya mampu merealisasikan sekitar 12,99 persen dari target yang dibebankan yakni sebesar Rp 359.551.133 atau realisasinya masih Rp 46.700.000.

Dikonfirmasi terkait rendahnya pencapaian ini, Kepala DLH Kabupaten Blitar Krisna Triatmanto mengatakan, penetapan target PAD yang ditentukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) masih bersumber dari izin gangguan dan izin retribusi sampah. Namun demikian, untuk izin gangguan mulai pertengahan 2017 sudah tidak bisa dipungut karena ada rekomendasi dari Mendagri.

“Tentunya kita tidak bisa mencapai target yang telah ditetapkan, jadi praktis 2018 ini tidak ada lagi pendapatan yang bersumber dari izin gangguan,” kata Krisna, Sabtu (25/08).

Untuk itu lanjut Krisna, saat ini Bapenda sedang melakukan revisi Perda untuk penghapusan retribusi gangguan, sehingga nanti target yang akan ditetapkan akan direvisi.

Krisna menjelaskan, untuk mencapai target yang besar tersebut pihaknya harus berupaya menggenjot retribusi sampah. Karena menurutnya, sampai saat ini realisasi perolehan target retribusi sampah ini sudah mencapai 100 persen lebih. Sehingga kedepan akan berupaya meningkatkannya untuk menutupi kekurangan target PAD yang bersumber dari retribusi gangguan.

“Target ini kan sudah terlanjur ditetapkan. Jadi meski kita tidak yakin bisa mencapai target tersebut, kita masih berupaya semaksimal mungkin untuk menutupinya,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Krisna Triatmanto, Kepala DLH Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Related posts

Leave a Comment