Dirjen IKM : Ekspor Naik, Keluhan Produsen Kulit Ada di Bahan Baku

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Berada pada urutan ke-6 sebagai eksportir produk kulit, alas kaki dan barang jadi kulit dengan market share 3 persen, Indonesia saat ini bisa dikatakan telah memiliki kekuatan keberagaman dan kreatifitas pelaku usaha, yang memiliki daya saing tingi di pasar domestik hingga internasional.

Meski demikian yang masih menjadi persoalan utama para pengerajin usaha produsen kulit, salah satunya yakni ketersediaan bahan baku. Hal itu dikatakan Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perdagangan, Gati Wibawaningsih saat berkunjung di industri pengerajin kulit Intako Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (02/11).

Gati Wibawaningsih mengatakan, dari data Kemenperin, kinerja ekspor di sektor tersebut dari periode tahun 2017 hingga 2018 memang mengalami kenaikan hingga 4 persen. “Kinerja ekspor sektor ini pada periode Januari sampai dengan September 2018 mencapai US$ 4,16 miliar, meningkat 4 persen dari periode yang sama di tahun 2017 yang hanya mencapai US$ 3,1 miliar dengan negara tujuan ekspor utama antara lain adalah Amerika Serikat, Belgia, Jepang dan Cina,” terang Gati Wibawaningsih kepada wartawan.

Gati Wibawaningsih menambahkan, sebagian bahan baku diketahui mengalami persoalan pada harga. Meski demikian, di tahun berikutnya pihaknya tetap menargetkan ada kenaikan satu persen lagi dari kenaikan di tahun ini sebesar 4 persen menjadi 5 atau 5,5 persen.

“Penurunan kendalanya ada pada bahan baku, karena ekonomi dunia kan saat ini lagi turun. Tapi kita tetap memiliki keunggulan pada kualitas barang. Kami kalau bikin program, pemerintahnya tanggap, kami akan lebih semangat lagi. Karena program apapun kalau pemerintahnya tidak tanggap, itu tidak bisa berjalan dengan baik program-program yang sudah kita buat,” ucap Gati Wibawaningsih.

Sementara, Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah dalam Launching Wisata 3in1 dan Pembukaan Pasar Kreatif Tanggulangin mengatakan, diakuinya bahwa memang kinerja ekosistem bisnis di sentra tas dan koper Tanggulangin mengalami penurunan sejak terjadinya lumpur lapindo. Namun, Tanggulangin yang sejatinya merupakan kawasan wisata industri, wisata edukasi dan wisata belanja, diharap tetap bisa terangkat kembali.

“Padahal yang terimbas lumpur lapindo kan wilayah Tanggulangin bagian timur jalan raya yang jauh dari wilayah pusat pengerajin kulit Tanggulangin ini. Saya tahu sendiri produksi kulit Sidoarjo juga sudah ada di mana-mana, di luar negeri hingga di Italia,” kata Bupati Sidoarjo.(sid3)

Keterangan gambar : Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih didampingi Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah saat berkunjung di produsen usaha kulit Tanggulangin, Sidoarjo.(foto: andri santoso)

Related posts

Leave a Comment