Diduga Lakukan Pemerasan Tempat Hiburan, Oknum Wartawan Dipolisikan

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan penahanan terhadap Slamet Maulana alias Ade, 33, warga Wonokromo Surabaya. Oknum wartawan media online asal Surabaya tersebut diamankan setelah sebelumnya dilaporkan oleh manajemen salah satu rumah hiburan karaoke di Kota Sidoarjo, atas dugaan tindak pemerasan.‎

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji menjelaskan, tersangka Selamet Maulana alias Ade ditangkap karena telah melakukan penyebaran konten informasi elektronik, yang diduga mengandung unsur pemerasan. Saat ini, kasusnya pun sudah sampai pada tahap l dan dinyatakan P21 oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Berdasarkan laporan tersebut Satreskrim Polresta Sidoarjo menindak lanjuti sebagai pelayanan penyidikan. Setelah dilakukan proses penyidikan sesuai dengan tahapan-tahapan, sehingga ditetapkan tersangka,” terang Kombes Pol Himawan kepada para wartawan saat konfrensi pers di halaman Satreskrim Polresta Sidoarjo, Kamis (28/06).‎

Lebih jauh Kombes Pol Himawan menegaskan, penanganan kasus tersebut bukan karena profesi kewartawanannya. Tapi lebih mengarah kepada tindak perilaku pribadi tersangka, yang sudah menyebarkan konten informasi atau dokumen elektronik yang mengandung unsur pemerasan terhadap pelapor. Selanjutnya, kata Kapolresta, pelimpahan tahap ll juga akan segera dilakukan dan kemudian masuk dalam proses pengadilan.‎

“Karena perilaku pribadinya, yang menyebarkan konten informasi elektronik dan dokumentasi elektronik yang mengandung unsur pemerasan. Tidak ada keterkaitannya dengan pemberitaan sebagai wartawan,” tegas perwira dengan tiga melati dipundaknya itu.‎

Lebih jauh Kapolresta menjelaskan, tempat karaoke yang diekspos tersangka bukan merupakan lokasi tempat karaoke pelapor tetapi tempat karaoke lain. Meskipun pemberitaan tersangka terhadap pelapor sudah disangkal, namun pemberitaannya terus dilakukan. “Dalam pemberitaannya sudah disangkal oleh pelapor. Namun pemberitaan terus dilakukan oleh yang bersangkutan,” terangnya.

Dipaparkan Kapolresta, dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap kasus tersebut, belum mengarah ke pemberitaan yang dilakukan tersangka, namun pada kasus pemerasannya. Hal ini telihat dari percakapan melalui pesan singkat Whatsapp antara pihak pelapor dan tersangka, yang meminta uang senilai Rp 15 juta.

“Disitu ada percakapan atas dasar pribadi prilaku yang dilakukan untuk meminta sejumlah uang dalam hal ini seseorang manajemen tempat hiburan karaoke,” paparnya.‎

Atas tindakan tersebut, tersangka akan dijerat dengan pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3, pasal 45 ayat 4 jo pasal 27 ayat 4 UURI no 19 2016 tentang perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE ancaman 6 tahun atau pasal 310 ayat 2 KUHP dengan ancaman 9 bulan dan pasal 311 KUHP ancaman 4 tahun.(sid3)

Keterangan gambar : Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji bersama Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo dan tersangka, beserta barang bukti percakapan Whatsapp.(foto : andri santoso)

Related posts

Leave a Comment